Terkini.id – menjelang sebulan, tepatnya 13 Juli 2020 lalu, sejumlah kecamatan di Luwu Utara Sulawesi Selatan diterjang banjir bandang disertai lumpur.
Puluhan orang meninggal, belasan ribu warga yang mengungsi, ratusan yang luka-luka, ratusan rumah warga rusak berat, gedung-gedung perkantoran, rumah jabatan, hingga infrastruktur lainnya.
Saat itu, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir kerugian akibat bencana banjir bandang Luwu Utara sekitar Rp5 miliar.
Pasca bencana tentunya muncul salah satu permasalahan yang paling ditakutkan adalah dampak ekonominya.
Ekonomi yang collapse akibat bencana akan berdampak pada lambannya pertumbuhan ekonomi sebuah daerah yang terdampak bencana secara langsung.
- Ruang Ingatan 2026 Ajak Warga Menelusuri Jejak Ujung Pandang dan Identitas Makassar di Benteng Rotterdam
- Tak Ingin Inovasi Hilang Begitu Saja, Polbangtan Kementan Perkuat Kompetensi Dosen dalam Penyusunan Paten
- Rasakan Euforia Piala Dunia 2026 di MYKO Hotel Makassar
- AHM Luncurkan New Honda Vario Evo 160, Tampil Lebih Sporti dengan Mesin Lebih Bertenaga
- Goes To Campus, BPJS Cabang Bulukumba Gandeng HPMT Komisariat INTI Gelar Sosialisasi JKN
Namun, bersyukurlah Luwu Utara, pascabanjir bandang menerjang, aktivitas perekonomia tetap berjalan dengan baik.
Kepala Dinas P2KUKM Kabupaten Luwu Utara H. Muh. Kasrum Patawari beberapa waktu lalu mengatakan duka banjir bandang di daerah Lamaranginang yang kita cintai ini tidaklah menghambat jiwa dan semangat untuk berwirausaha dan membangkitkan ekonomi di daerah kita ini.
“Kami menaruh harapan besar agar Koperasi Lutra tampil menjadi pionir penggerak ekonomi kerakyatan di Masamba Luwu Utata,”bebernya pada saat
Bimbingan Teknis Pengembangan Permodalan Usaha Koperasi kerjasama dengan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Utara.
Selain itu, saat dihubungi terkini.id, Kasrum juga menyampaikan bahwa
penjual dan aktivitas di pasar sudah mulai ramai.
“Diharapkan tetap beraktivitas, khusus pelaku UKM disiapkan tempat sentral bisnis Masamba kerjasama Pemda dengan manajemen Sentral Bisnis Masamba dengan fasilitas gratis,”terangnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan perekonomian pasca banjir bandang di Luwu Utara sudah mulai bergeliat.
“Kalau dilihat di daerah terdampak langsung memang belum begitu terasa, tapi di daerah sekitarnya termasuk pasar Sentral Masamba, Alhamdulillah, mulai normal kembali,” terang Bupati IDP.
Ia juga menyampaikan bahwa bergeliatnya perekonomian pasca banjir di Lutra salah satunya dipicu oleh donatur yang berdonasi untuk Luwu Utara, sehingga banyak yang berbelanja di Masamba maupun di daerah dalam wilayah Kabupaten Luwu Utara.
Hal itulah yang menyebabkan aktivitas perekonomian pasca bencana tetap berjalan normal.
“Selain masyarakat, Alhamdulillah para donatur yang berdonasi juga cukup banyak yang berbelanja di Luwu Utara, khususnya di pasar-pasar kita. Ini cukup banyak membantu menggerakkan kembali perekonomian di Luwu Utara,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
