Pecah Koalisi dan Cerita Pelayaran Kolombus

Pecah Koalisi dan Cerita Pelayaran Kolombus

HZ
Wim Poli
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

EKSPEDISI Columbus mencari dunia baru dilakukan dengan menggunakan tiga kapal, masing-masing Santa Maria, Nina, dan Pinta.

Santa Maria adalah kapal komando, yang langsung dinakhodai Columbus. Karena kapal ini kemudian karam, Columbus beralih menggunakan Nina, sedangkan Pinta dinakhodai Martin Alonzo Pinzon.

Karena perbedaan pendapat tentang arah pelayaran, Pinzon beberapa kali memisahkan diri dari Nina. Pinzon memandang dirinya lebih berpengalaman dalam hal pelayaran ketimbang Columbus.

Pada 21 November 1492, tanpa izin Columbus ia cari jalannya sendiri dan berlayar ke Timur, karena berpendapat di sana peluangnya lebih besar untuk menemukan emas dalam jumlah yang banyak.

Ini adalah sebuah pembangkangan terhadap kepemimpinan Columbus. Dari penyimpangan itu ia menemukan Cuba dan sungai tempat ia mendarat dinamakannya Sungai Martin Alonso Pinzon.

Di darat ia menangkap empat orang dan dua anak perempuan yang dibawa ke kapalnya. Ketika ia kembali bergabung dengan kapal Columbus pada 6 Januari 1493, ia dipaksa Columbus mengembalikan para tawanannya.
Columbus membuktikan bahwa dialah pemimpin ekspedisi. Pembangkangan Martin Alonzo Pinzon dicatat dalam catatan harian Columbus.

Dalam pelayaran pulang ke Spanyol ternyata kapal Columbus lebih cepat melaju. Kedua nakhoda tampak berlomba, siapakah yang pertama tiba dan melaporkan hasil ekspedisi kepada Ratu Isabella II dan Ferdinand, suaminya.

Nasib baik berpihak pada Columbus. Ia tiba lebih dahulu di Spanyol pada 15 Maret 1493, disusuli Pinzon beberapa jam sesudahnya. Segera diadakan penyambutan besar-besaran di Barcelona. Columbus menjadi tokoh utama pada penyambutan itu.

Ia makan sehidangan dengan Ratu Isabella I dan suaminya, Raja Ferdinand. Columbus memamerkan hasil perburuannya berupa: emas, mutiara, berbagai jenis perhiasan, sebuah tempat tidur gantung, berbagai jenis burung, buah-buahan, tanaman tembakau, kentang, jagung, dan beberapa tawanan Indian.

Columbus melihat tawanannya sebagai komoditas perdagangan di kemudian hari.

Ini berarti tindakannya dahulu memaksakan Pinzon mengembalikan tawanannya hanyalah untuk menyatakan bahwa dirinyalah yang berkuasa, bukan Pinzon.

Pinzon sendiri tidak muncul di tempat upacara penyambutan. Mungkin ia takut karena pernah melawan Columbus yang adalah pemimpin ekspedisi yang ditetapkan Ratu Isabella I.

Hubungan kedua mitra kerja berubah menjadi musuh bebuyutan, turun-temurun.

Renungan: Kemitraan yang didasari kepentingan yang berbeda berpeluang berubah menjadi permusuhan abadi. Pecah koalisi adalah hal yang lumrah terjadi sepanjang sejarah. Bagaimana mencegahnya di dalam organisasi?

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.