Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, NIPAH PARK menghadirkan tema “Game On, Waste Gone” yang mengajak masyarakat melihat bahwa sebuah penyelenggaraan event tidak hanya meninggalkan euforia kompetisi, tetapi juga mampu menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.
Melalui kolaborasi bersama RASAPASAR, berbagai limbah plastik, material sisa produksi, hingga properti dari kegiatan sebelumnya diolah kembali menjadi medali, merchandise, signage, dan instalasi seni.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep ekonomi sirkular melalui pendekatan yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
Sales & Marketing General Manager Kalla Property, Rasmila Sari Suaib, menuturkan bahwa kampanye tersebut merupakan langkah nyata perusahaan dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam setiap aktivitas yang dijalankan.
“Kami menyadari bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Karena itu, melalui Pekan Olahraga NIPAH kami memilih memulai dari hal-hal yang paling dekat dengan aktivitas kami sendiri. Kolaborasi bersama RASAPASAR menjadi cara kami menghubungkan olahraga dengan pesan keberlanjutan secara lebih nyata.
- Seleksi Administrasi Calon Sekda Jeneponto, Empat Peserta Lolos
- Empat Peserta Lolos Seleksi Administrasi Jabatan Sekda Jeneponto
- Akhlaq dan Program Tahfiz Alquran, Alasan Abdul Basir Sekolahkan Anak di RHIS
- Data Korban KM Nurul Salsa Bertambah Jadi 78 Orang, Sebanyak 25 Korban Masih Dalam Pencarian
- Ortu Siswa RHIS Bersyukur Anaknya Hafal Hampir 9 Juz Alquran dan Apresiasi Program Gratis dari Sekolah
“Harapannya, masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga melihat bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan selalu memiliki dampak, dan setiap dampak selalu memberi kita kesempatan untuk memilih menjadi lebih baik,” kata Rasmila.
Creative Director RASAPASAR, Reza Enem, menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan cara pandang baru terhadap material bekas melalui konsep “Bekas Pakai Alih Fungsi”.
Menurutnya, limbah elektronik, material promosi, furnitur usang, limbah padat industri, hingga botol plastik pascakonsumsi diolah menjadi medali, instalasi seni, signage, dan berbagai elemen yang memiliki fungsi baru.
“Yang kami coba bangun bukan hanya produk hasil olahan material bekas, tetapi cara pandang baru terhadap material tersebut. Bagi kami, setiap material masih memiliki kesempatan untuk bercerita kembali ketika diproses dengan kreativitas dan kolaborasi.
Semoga pengalaman ini membuat masyarakat melihat bahwa keberlanjutan bukan sesuatu yang jauh, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita,” ungkap Reza.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
