Terkini, Makassar — Pelaku industri perjalanan haji dan umrah berharap pemerintah terus memberikan pendampingan dan dukungan terhadap sektor perjalanan religi di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada biaya operasional perjalanan.
Sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata menilai kondisi global saat ini menimbulkan ketidakpastian dalam penyusunan paket perjalanan, terutama terkait akomodasi dan persiapan operasional menjelang musim haji.
Salah satu pelaku usaha perjalanan wisata adalah Direktur Al Hajj Travel, Andi Candrawali mengungkapkan bahwa situasi geopolitik internasional membuat sebagian pelaku industri harus lebih berhati-hati dalam menyusun paket perjalanan umrah.
“Mengacu pada kondisi geopolitik saat ini, memang teman-teman masih cukup bingung terkait proses akhir akomodasi dan seluruh persiapan umrah, apalagi sekarang sedang memasuki musim haji,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia turut memberi dampak signifikan terhadap biaya perjalanan, khususnya pada sektor transportasi dan operasional yang menjadi komponen utama dalam penyusunan paket umrah dan haji.
- Ketua Bawaslu Sulsel Ingatkan Bahaya Birokrasi Terkooptasi Politik
- Efek Kehadiran Bupati, Jeneponto Menggila di Piala Gubernur Sulsel, Kalahkan Gowa 3-0
- Makassar dan Sejumlah Wilayah Sulsel Mati Listrik, Simak Penjelasan PLN
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan LPG 3 Kg di Wilayah Sulselbar Terdampak Kemarau
- Kapal Kemanusiaan KALLA Bawa 800 Paket Bantuan dan Relawan ke NTT, Prioritaskan Daerah Belum Terjangkau
“Harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap komposisi pembuatan paket perjalanan. Itu berdampak pada harga jual dan akhirnya juga memengaruhi masyarakat,”bebernya.
Selain tantangan global, pelaku industri juga menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang dinilai masih mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sektor perjalanan religi nasional.
Meski demikian, pelaku usaha tetap optimistis minat masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci akan tetap tinggi sehingga industri perjalanan umrah dan haji diyakini masih memiliki prospek yang kuat.
“Kalau berbicara tentang Tanah Haram, tentu selalu ada kemampuan dan jalan yang diberikan agar masyarakat tetap bisa berangkat,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
