Pemerintah Rencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi Corona, Ini Alasannya!

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah rencana ubah status pandemi jadi endemi corona, ini alasannya! Setiap pemerintah di negara dunia ini pasti ingin tatanan kehidupan masyarakatnya sejahtera dan aman, termasuk dari rundungan pandemi Covid-19, tidak terkecuali Indonesia.

Terkait hal itu, Pemerintah di Tanah Air sendiri sudah berencana untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Hal tersebut mengemuka lantaran penurunan kasus Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia yang sudah terlihat belakangan ini.

Baca Juga: Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar Antusias Ikuti PTM Terbatas...

Dalam beberapa hari terakhir, kasus harian Covid-19 mengalami penurunan cukup signifikan dari sebelumnya, yaitu mencapai empat ribu hingga lima ribu kasus per hari dari sebelumnya puluhan ribu.

Kendati demikian, jumlah tersebut masih tergolong besar dan masih memerlukan kewaspadaan dari masyarakat agar peningkatan kasus tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Luhut Kirim Tim Cek Klub Malam: Ada yang Buka Sampai...

Saat ini, pemerintah juga masih memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasak Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk membatasi mobilitas masif di beberapa daerah kendati levelnya telah diturunkan.

Dalam menyiapkan fase endemi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah masih merancang skenario untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Menurut keterangan ahli, Ma’ruf menyatakan perubahan status ini dilakukan karena Covid-19 tidak akan cepat hilang sebelum ada obat yang manjur.

Baca Juga: Luhut Kirim Tim Cek Klub Malam: Ada yang Buka Sampai...

“Pemerintah sedang menyiapkan skenarionya secara lebih detil untuk menghadapi masa endemi karena Covid-19 tidak akan cepat hilang sebelum ada obat yang manjur,” kata Ma’ruf saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (RSKGM FKG UI), Jakarta, Selasa 7 September 2021.

Oleh karena itu, sebut Ma’ruf, apabila sudah turun status menjadi endemi maka masyarakat tetap harus terus menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Ia menjelaskan, dalam program vaksinasi nantinya juga akan dilanjutkan dengan penyuntikan dosis ketiga vaksin sebagai booster.

Kendati demikian, saat ini booster vaksin baru diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

“Itu salah satu yang kami siapkan. Tapi yang lebih rincinya sedang disiapkan skenarionya seperti apa,” beber Ma’ruf.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan berlanjut dengan vaksinasi sampai tiga kali, booster. Itulah yang sedang disiapkan pemerintah.

Sementara, imbuh Ma’ruf, dalam persiapan memasuki fase endemi itu pun pemerintah melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Ini untuk mempersiapkan supaya nanti Covid-19 tidak lagi pandemi tetapi menjadi endemi sehingga harus dipersiapkan 77 persen atau 208,2 juta penduduk harus sudah divaksinasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ma’ruf berharap proses vaksinasi bisa rampung hingga Desember 2021. Namun, diakuinya dalam vaksinasi tersebut ada banyak hambatan yang menyertai. Salah satunya sulitnya akses untuk mendistribusikan vaksin.

“Tetapi kami harapkan secepatnya. Inilah yang sekarang kami siapkan namun juga terus melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) yang kita lakukan. Apalagi sekarang sudah terjadi penurunan (kasus),” imbuhnya.

Bagikan