Penyebar Hoax Mayor Sugeng Wafat karena Vaksin Ditangkap, Pelakunya Narapidana

Terkini.id, Jakarta – Polisi akhirnya menangkap pelaku penyebar hoaks perwira TNI di Gresik meninggal dunia usai divaksin Covid-19.

Pelaku tersebut diketahui berinisial TS (44) dan tercatat sebagai warga Gresik.

Polisi berhasil melacak keberadaan TS dan memrosesnya secara hukum.

Dalam penangkapan TS, Polres Gresik berkoordinasi dengan Lapas Kelas I Surabaya lantaran hasil pelacakan tim siber kepolisian mengarah kepada seorang narapidana di lapas tersebut.

Mungkin Anda menyukai ini:

Berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan, sosok penyebar hoaks tersebut ialah TS.

Baca Juga: WHO: Tidak Realistis Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

“Benar, untuk yang bersangkutan adalah seorang napi di Lapas kelas 1 Surabaya,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  dikutip dari kompascom.

TS merupakan narapidana yang dihukum atas kasus pembunuhan.

Dia sudah mendekam di Lapas Kelas I Surabaya selama empat tahun.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel: Jangan Takut Divaksin

Sedangkan dia divonis mendapatkan hukuman penjara selama 15 tahun.

Baca juga: Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Polisi bersama pihak lapas pun langsung menggeledah kamar sel yang dihuni TS.

Kemudian ditemukan ponsel milik TS.

TS mendapatkan ponsel tersebut dari hasil selundupan.

“Berkat kerjasama dengan Kalapas, melakukan penggeledahan dan berhasil ditemukan. Handphone itu rupanya diselundupkan secara diam-diam,” kata Arief.

Polisi sudah melakukan penyidikan terhadap TS.

Dari keterangan TS, motif pembuatan hoaks ialah karena TS tidak percaya terhadap vaksin.

Pelaku pun mengabarkan bahwa Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi yang divaksin pada 15 Januari 2021 meninggal dunia.

Atas tindakan itu, TS dijerat dengan Pasal 45 A ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Dalam kabar hoaksnya, TS menggunakan foto Danramil Kebomas Kodim Gresik Mayor Kav Gatot Supriyono.

“Dia yang membuat lingkaran biru itu (melingkari foto), membuat caption Kasdim meninggal dan kemudian disebarkan di grupnya dan viral,” ucap Arief.

Gatot memang meninggal pada hari itu namun sama sekali tidak pernah disuntik vaksin Covid-19.

Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi mengatakan Gatot meninggal dunia akibat sakit jantung.

“Almarhum Gatot meninggal dunia pada 15 Januari 2021 pukul 23.06 WIB akibat serangan jantung. Almarhum belum pernah divaksin Covid-19. Almarhum pernah melaksanakan rapid test antigen di Poskes Gresik sehari sebelum meninggal dan hasilnya non reaktif,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Mayor Sugeng Melapor ke Polisi

Mayor Sugeng yang divaksin pada Jumat (15/1/2021) mengaku kaget.

“Terus terang saya juga kaget, karena informasi yang saya dapatkan memang baru tadi malam. Saat itu saya vidcon dengan komandan (Dandim 0817 Gresik) kemudian ada berita itu,” ujar Sugeng, kepada awak media di Makodim 0817 Gresik, Senin 18 Januari 2021sore.

Dia pun melaporkan kabar tersebut kepada pimpinan hingga kemudian ditindaklanjuti dengan laporan kepolisian.

“Pertama saya kaget, cuma ya ini sudah ditindaklanjuti oleh komandan dan pihak kepolisian. Jadi, kita serahkan saja kasusnya kepada pihak Polres (Gresik),” ucap dia.

Kondisi Sugeng sendiri sehat dan beraktivitas seperti biasa.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini bisa dilihat, saya dalam keadaan sehat wal afiat dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Mulai dari tadi pagi hingga sekarang tetap beraktivitas seperti biasa. Jadi insya Allah aman,” kata Sugeng.

Bagikan