Mike mengatakan bahwa di tahun 1995 perdagangan sampiri itu sangat parah, keseluruhan badan burung tersebut dimanfaatkan dan belum ada regulasi berupa undang-undang yang melindungi nasib burung sampiri.
Sehingga pada tahun 1999, Mike merasa urgensi kampanye perlindungan burung sampiri perlu untuk ditingkatkan.

Oleh karena itu, Ia menggandeng pemerintah setempat dan lembaga konservasi nasional untuk turut serta membantu aksinya tersebut.
Bersama dengan Komunitas Pecinta Alam Karakelang (KOMPAK) yang didirikannya dalam rangka ekspansi gerakan pecinta alam yang fokus pada perlindungan sampiri dan burung endemik lain serta habitat hutan, Mike melebarkan sayap pergerakannya untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain.
Pertamina Patra Niaga Unit Operasi Integrated Terminal Bitung menyadari bahwa sampiri merupakan bagian dari keaneragaman hayati Indonesia yang sangat membutuhkan perhatian, serta tindakan nyata secara kolektif dalam pelestarian.
- Riza Patria Dorong Wahdah Islamiyah Pelopori Pesantren Tahfizh untuk Yatim dan Dhuafa di Pelosok Desa
- Aliyah Mustika Ilham Terpilih Aklamasi, Pimpin ASITA Sulsel Periode 2026--2031
- Dinkes Jeneponto Gelar Orientasi Kader Kegiatan Posyandu dalam Implementasi Pencatatan dan Pelaporan
- Indonesian Podcast Festival 2026 Resmi Digelar di Makassar, Hadirkan Podcaster Nasional dan Lokal
- Pernyataan Basri Bertolak Belakang dengan Keterangan Saksi-saksi, mantan Suami dan Keluarga Besar Husniah Talenrang
Pertamina sangat mendukung penyelamatan dan rehabilitasi burung sampiri, serta pelepasliaran kembali di habitat yang sesuai dengan rentang distribusi asli mereka.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan bahwa burung sampiri ini merupakan hewan endemik yang harus kita jaga kelestariannya.
Apalagi burung ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam, membantu penyerbukan buah buahan secara alami di hutan, dan juga merupakan pengendali alami atau menjadi predator hama sexava pohon kelapa.
“Dari penelitian akan bioekologi sampiri, pembibitan pohon pakan (nursery), rescue dan rehabilitasi, hingga pelepasliaran merupakan beberapa kegiatan yang kita lakukan bersama dalam pencegahan dan mengembalikan keanekaragaman hayati burung sampiri ini,” ujar Fahrougi.
Program ini menarik karena dapat menjawab atas isu global triple planetary crisis yang sedang kita hadapi saat ini, yaitu perubahan iklim, polusi udara, dan khususnya penurunan keaneragaman hayati.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
