Terkini, Parepare – Sebagai bagian dari komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Fuel Terminal (FT) Parepare menghadirkan program inovatif bernama Pertamina Sehati.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Parepare, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), balita, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Program Pertamina Sehati merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) yaitu memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) yaitu memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan agar mereka mendapatkan akses kesehatan yang setara. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yaitu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Puskesmas, komunitas sosial, dan tenaga kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal.
Kegiatan dalam program ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan, guna memastikan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
- FKM Unhas Lepas Mahasiswa PBL I di Sidrap, Komitmen Nyata untuk Pengabdian Masyarakat
- Sekjen AMSI Maryadi Berpulang, Dunia Media Indonesia Berduka
- Sambut Liburan Sekolah, Merek Pakaian Levi's Pasang Diskon lewat Program End of Season Sale
- Dua Kali Raih Akreditasi Unggul, Pendidikan Sosiologi Unismuh Rekonstruksi Kurikulum
- FKIK UIN Alauddin Hadirkan Pakar Internasional, Perkuat Riset yang Berdampak pada Layanan Kesehatan
Sejumlah kegiatan kesehatan telah dijadwalkan secara rutin dalam program ini, di antaranya Posyandu Lansia yang dilaksanakan setiap tanggal 16 setiap bulan di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, bekerja sama dengan Puskesmas Lakessi serta mencakup pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT), serta senam lansia guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah ring 1 FT Parepare.
Kemudian adalah kegiatan Posyandu Balita, yang mana diselenggarakan setiap tanggal 10 setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, guna memastikan kesehatan mereka tetap optimal.
Dan kegiatan lainnya adalah pendampingan untuk ODGJ yang dilakukan secara intensif dengan pendekatan khusus, guna memastikan mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak.
Salah satu figur sentral dalam keberhasilan program ini adalah Naomi Sampeangin, seorang perempuan luar biasa berusia 72 tahun yang telah mengabdikan lebih dari 40 tahun hidupnya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dari lansia hingga balita, ibu hamil hingga ODGJ, Naomi terus menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam membantu masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
