Pesan Berantai soal Dugaan Kartel Kremasi di Jakbar, Polisi: Tengah Diselidiki!

Terkini.id, Jakarta – Pesan berantai soal dugaan kartel kremasi di Jakbar, Polisi: tengah diselidiki! Terkait masifnya penyebaran pesan berantai soal dugaan adanya kartel kremasi, polisi mengatakan bakal menyelidiki pengakuan warga Jakarta Barat (Jakbar) yang mengaku diperas kartel kremasi. Pesan berisi pengakuan warga tesebut turut beredar di aplikasi pesan singkat.

“Segala yang meresahkan di masyarakat pasti kami selidiki,” terang Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dikonfirmasi wartawan, Senin 19 Juli 2021.

Kendati demikian, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin 19 Juli 2021, Joko mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan kartel kremasi tersebut.

Baca Juga: Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid dan Buang Peti Mati...

Joko menjelaskan, pihaknya membutuhkan informasi dari masyarakat agar dapat melakukan penyelidikan.

Ia juga berharap kepada warga yang mengaku diperas saat melakukan proses kremasi tersebut hadir ke Polres guna memberikan informasi.

Baca Juga: Seluruh Kades di Maros Diminta untuk Tidak Menahan Jenazah Covid-19...

“Kami memerlukan informasi yang sekecil-kecilnya dan selengkapnya,” tegas Joko.

Sebelumnya, beredar sebuah pesan singkat berisi pengakuan seorang warga yang dipatok harga tinggi untuk melakukan proses kremasi terhadap keluarganya yang meninggal lantaran terpapar Covid-19.

Dalam pesan singkat, warga itu juga mengaku dibantu pihak Dinas Pemakaman untuk mencari krematorium.

Baca Juga: Seluruh Kades di Maros Diminta untuk Tidak Menahan Jenazah Covid-19...

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada petugas Palang Hitam Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang terlibat dalam pengantaran jenazah Covid-19 untuk dikremasi di luar Jakarta.

Kepala Distamhut Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, petugas hanya memberikan informasi kepada pihak keluarga dan rumah sakit (RS) terkait lokasi kremasi swasta yang menerima jenazah Covid-19.

Kendati demikian, imbuh Suzi, pihaknya bakal memberikan tindakan tegas jika terbukti ada pegawainya yang terlibat.

“Jika oknum tersebut benar pegawai kami, maka Pemprov DKI Jakarta akan langsung menindak tegas. Namun, jika bukan pegawai, Pemprov DKI Jakarta akan melaporkan ke kepolisian untuk proses lebih lanjut,” paparnya, Minggu 18 Juli 2021 kemarin.

Bagikan