Pesantren Tajul Alawiyyin Milik Bahar Smith Mendapat Teror Dari Orang Tak Dikenal

Pesantren Tajul Alawiyyin Milik Bahar Smith Mendapat Teror Dari Orang Tak Dikenal

R
Intan Zuhrotun
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Buntut permasalahan Habib Bahar Smith, Pesantren Tajul Alawiyyin miliknya menjadi sasaran teror orang tak dikenal. Tepatnya pada Jumat 31 Desember 2021 dini hari tadi, pesantren yang berlokasi di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor itu telah dilempar 3 potong kepala anjing.  

Lewat pengacaranya, Ichwan Tuankotta menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tadi. Ia juga bercerita bahwa ada pihak pesantren yang melihat orang tak dikenal melemparkan bungkusan kardus dan juga plastik ke dalam pesantren. Setelah dibuka ternyata bungkusan tersebut berisikan 3 kepala anjing.

“Itu dilempar ke dalam pondok oleh seseorang yang enggak tahu kita identitasnya. Ada juga semacam kayu atau kusen yang dilempar. Saya enggak tahu maksudnya apa,” tegas Ichwan Tuankotta dilansir dari CNN Indonesia pada Jumat 30 Desember 2021.

“Dilempar plastik hitam berisi kepala anjing 3 dan dus bertuliskan jangan dibuka oleh orang tak dikenal menggunakan motor. Setelah melempar mereka melarikan diri,” tambahnya.

Menurut Ichwan kejadian ini tentu berkaitan dengan kasus hukum yang sedang dialami oleh Habib Bahar bin Smith yang tak lain merupakan kliennya saat ini. Ia juga berkomentar dan berharap semua masyarakat menghormati proses hukum yang tengah berlangsung dan tidak melakukan aksi teror.

Baca Juga

“Ngapain teror-teror. Kan, sudah ada yang laporin. Kita hormati saja. Enggak usah pakai teror segala,” jelas Ichwan.

Seperti yang kita ketahui bersama saat ini Bahar dilaporkan ke Polda Jabar atas kasus dugaaan ujaran kebencian yang ditemukan dalam aksi ceramahnya di Cimahi, Jawa Barat tepatnya pada Senin 3 Januari 2021 lalu. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.