Terkini.id – Aksi pembunuhan yang dipicu oleh penghinaan nabi kembali terjadi. Seorang petugas keamanan menembak mati manajer bank lokal di Provinsi Punjab Timur India lantaran si korban dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.
Polisi Punjab menyempaikan, insiden tersebut terjadi pada Rabu 4 November 2020 siang waktu setempat. Korban meninggal di tempat setelah ditembak dari jarak dekat.
Pelaku yang diketahui bernama Ahmad Nawaz, berhasil ditangkap di lokasi kejadian. Dia sempat meneriakan sholawat Nabi saat ditangkap untuk menarik perhatian kelompok “islamis” lokal yang langsung bergegas memeluk Nawaz.
Tak sampai disitu, kelompok Islamis Punjab berkumpul di depan kantor polisi tempat Nawaz ditahan di kota Khusab sebagai bentuk dukungan, demikian dilansir dari Al-Arabiya, Kamis 5 November 2020.
Keluarga manajer bank yang terbunuh, Imran Hanif, membantah tuduhan pelaku yang menyebut Imran menistakan Nabi Muhammad. Keluarga bersikeras Imran adalah Muslim taat dan mencintai nabinya.
- Pertamina Patra Niaga Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi di Sulawesi
- Pasokan Listrik Sulbagsel Terdampak Kendala Pembangkit, PLN Percepat Pemulihan
- Astra Honda Racing Team Puncaki Klasemen Tim ARRC 2026 Usai Seri Sepang
- Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Sebut Intermediasi Makin Solid
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
Sampai berita ini diturunkan polisi masih menginterogasi pelaku untuk mencari tahu motif pembunuhan.
Orang, Mahasiswa: Berhenti Membunuh Kami
Penistaan agama di Pakistan dijatuhi hukuman mati
Penistaan agama merupakan masalah kontroversial di Pakistan, orang-orang yang dihukum karena kejahatan tersebut dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Kelompok agama dan individu sering kali menyalahgunakan hukum untuk menargetkan orang-orang yang mereka anggap sebagai pelaku pelanggaran.
Seorang gubernur Punjab dibunuh oleh pengawalnya sendiri pada tahun 2011 setelah dia membela seorang wanita Kristen, Asia Bibi, yang dituduh melakukan penistaan agama.
Asia Bibi dibebaskan setelah menghabiskan delapan tahun di penjara usai dijatuhi hukuman mati yang menarik perhatian internasional.
Sempat berhadapan dengan ancaman dari ekstremis, Bibi kemudian terbang ke Kanada untuk berkumpul dengan putrinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
