Pilkada Paling Berisiko, Dewan Minta Ketegasan Penyelenggara

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Azwar

Terkini.id — Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 dinilai Pilkada yang paling beresiko lantaran diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk lebih waspada saat pagelaran kontestasi politik lima tahunan itu.

Untuk itu, penyelenggaraannya harus diperhitungkan secara matang, termasuk penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini cambuk bagi kami, terkait banyaknya kasus Covid-19 dalam proses Pilkada ini. Yah, itu mungkin menjadi peringatan, termasuk saya dan tim kami dan teman-teman lain agar tetap waspada karena Covid-19 ini pastinya tetap mengintai,” ujar Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Azwar, Selasa 8 September 2020.

Legislator PKS ini meminta seluruh pihak untuk mematuhi protokol dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta pihak berwenang, baik dari Bawaslu hingga KPU.

Menarik untuk Anda:

Upaya tersebut merupakan satu-satunya cara agar seluruh pihak tetap aman. Pasalnya, pagelaran Pilkada Serentak sudah menjadi kesepakatan bersama sehingga sulit untuk diundur lagi.

“Imbauan kita itu aparat ikut serius, termasuk Bawaslu dalam penegakan protokol kesehatan karena ada aturan bisa memberi sanksi bagi pasangan jika tidak mengindahkan protokol,” ujarnya.

Azwar berharap, ke depan, pagelaran Pilkada tersebut tetap aman dari Covid-19. Ia meminta semua pihak waspada agar tak tertular virus Corona.

“Pilkada saat Covid-19 ini tinggal ketegasan hukum aparat yang berwenang Bawaslu dan pihak KPU-nya sendiri,” tutup Azwar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Debat Kandidat Pilwali Makassar Digelar di Jakarta, KPU: Bisa Menghemat Anggar

Anir-Lutfi Konsisten Adu Program, Warga Pulau Kompak Jadi Relawan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar