Terkini, Jeneponto – Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri menghadiri pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Jumat, 25 Oktober 2024.
Dalam rapat paripurna itu, ia menyampaikan arahan mengenai delapan program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto serta pentingnya kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi demi kemajuan infrastruktur di daerah.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri menekankan bahwa delapan program prioritas Presiden Prabowo akan menjadi pedoman utama bagi pembangunan di Jeneponto.
Junaedi menyampaikan sekaligus mengingatkan hal tersebut karena menjadi hal yang sangat penting, khususnya di Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan belanja daerah Jeneponto dari sisi PAD itu hanya 3,4 persen di luar penerimaan BLUD rumah sakit.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Desa Cantik, Data Berkualitas, Jeneponto Menuju Kemajuan Berbasis Informasi
- ATR/BPN Perkuat Kanal Pengaduan Digital, Dorong Transparansi Layanan Publik
- Membentuk Jejaran Harapan Masa Depan Petani, Jalan Rabat Beton TMMD ke-128 Makin Nyata
- Bupati Syaharuddin Alrif Luncurkan Desa Binaan MUI, Perkuat Akidah hingga Ekonomi Warga Sidrap
“Kalau kita hitung penerimaan rumah sakit BLUD itu hanya 9,78 persen, ini tentu untuk membangun Jeneponto harus dikolaborasikan program-program pemerintah daerah dengan program-program pemerintah, dalam hal ini provinsi dan pusat, supaya korelasi program antara pemerintah tingkat atas ini bisa menjadi jembatan masuknya alokasi anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” kata Junaedi Bakri.
Lebih lanjut, Junaedi Bakri mengatakan, 8 program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diantaranya makan siang bergizi gratis.
“Kalau misalnya kebutuhan material bahan baku makan siang bergizi gratis ini kita bisa penuhi secara mandiri di Kabupaten Jeneponto, berarti kurang lebih 700 sampai 800 juta setiap hari uang akan dibelanjakan di Jeneponto, untuk itu kita berharap semua kebutuhan bahan baku makan siang bergizi gratis itu dari hasil para petani dan pengusaha lokal Jeneponto,” harap Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri juga berharap agar pemerintah provinsi Sulawesi Selatan kembali membentuk asosiasi Kabupaten Selatan-Selatan supaya ada pemutaran komoditi bahan baku untuk kebutuhan program bahan baku makan siang bergizi gratis.
“Kurang lebih 45 ribu sampai 50 ribuan siswa yang harus disiapkan makanan siang bergizi secara gratis setiap hari, selama hari sekolah. Oleh karena itu tentu ini saya jadikan kesempatan yang tepat untuk kami menyampaikan dalam rangka bagaimana kita sudah bisa memikirkan bersama,” terang Junaedi Bakri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
