Plt Dirut PDAM Makassar Pastikan Produksi Air Masih Stabil Meski Memasuki Musim Kemarau

Plt Dirut PDAM Makassar Pastikan Produksi Air Masih Stabil Meski Memasuki Musim Kemarau

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Setiap sumber air memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, ketika terjadi penurunan debit di salah satu sumber, bukan berarti seluruh wilayah Kota Makassar mengalami gangguan distribusi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui beberapa wilayah yang bergantung pada sumber air tertentu tetap memerlukan penanganan khusus karena jaringan antarinstalasi pengolahan air belum seluruhnya saling terintegrasi.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, PDAM Makassar telah melakukan rekayasa distribusi untuk menjaga tekanan air di wilayah yang berpotensi terdampak, menyiagakan armada mobil tangki bagi pelanggan yang membutuhkan, serta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar.

Selain itu, perusahaan juga terus memantau kondisi seluruh sumber air baku secara berkala dan akan menyampaikan perkembangan layanan melalui kanal resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

“Kami terus memonitor kondisi sumber air baku dan melakukan berbagai langkah antisipasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau,” kata Andi Syahrum.

Baca Juga

Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menilai langkah mitigasi yang dilakukan PDAM Makassar sudah tepat dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau.

Menurutnya, optimalisasi sumber-sumber air baku alternatif merupakan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujar Nasrol.

Nasrol menjelaskan Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar Oktober.

Selama dua hingga tiga bulan ke depan, suhu udara diproyeksikan mencapai 34–36 derajat Celsius dengan curah hujan relatif rendah, yakni sekitar 0–20 milimeter per bulan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.