Polisi Virtual Ciduk Warganet yang Olok Gibran, Said Didu Singgung Soal Penjilat

Terkini.id, Jakarta – Jagat Twitter cukup ramai dengan perbincangan tentang Tim Virtual Police Polresta Surakarta yang menciduk warga Slawi, AM yang menulis komentar dinilai bermuatan hoaks terkait Gibran Rakbuming Raka, Wali Kota Solo.

Diketahui, AM berkomentar di unggahan akun Instagram @garudarevolution tentang Gibran yang meminta semifinal dan final Piala Menpora digelar di Solo.

“Tau apa dia tentang sepak bola, taunya dikasih jabatan saja,” demikian tulis AM melalui akun pribadinya @arkham_87 pada Sabtu, 13 Maret 2021 pukul 18.00 WIB.

Baca Juga: M. Said Didu Menduga Pengendali Isu Islamophobia Indonesia Berpusat di...

Atas komentarnya, AM pun diciduk oleh Polisi Virtual. Dilansir dari CNN Indonesia, ia baru dilepaskan setelah menghapus komentar dan meminta maaf secara terbuka melalui video yang diunggah @PolrestaSurakarta.

Kapolresta Kota Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa komentar AM dianggap mengandung unsur hoaks karena menyebut Gibran mendapat jabatan dari bapaknya, Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Masalah UAS Ditolak Singapura Bukan Urusan Pemerintah, Said...

Menurutnya, komentar tersebut tidak benar karena Gibran menjabat Wali Kota Solo setelah memenangkan Pilkada Kota Solo tahun 2020.

“Komentar tersebut sangat mencederai KPU, Bawaslu, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat Kota Solo yang telah menyelenggarakan Pilkada langsung sesuai UUD 1945,” kata Ade.

Atas tindakan polisi virtual tersebut, Said Didu pun memberikan komentar terkait penjilat yang mendapat jabatan.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Masalah UAS Ditolak Singapura Bukan Urusan Pemerintah, Said...

“Sekali memberikan kesempatan penjilat mendapatkan posisi, maka anda akan melahirkan ribuan penjilat lain,” tulisnya di Twitter @msaid_didu pada Selasa, 16 Maret 2021.

Said Didu mengatakan hal tersebut atas tanggapan terhadal sebuah cuitan yang membahas soal penangakapan tersebut.

“Kadang suka bingung. Blm tentu juga Gibran tahu dia dihina dan belum tentu juga Gibran setuju yang hina dia ditahan. Janganlah dikit-dikit main tangkap,” cuit @UmarChelsea75.

Sebagai catatan, Ade mengaku AM ditangkap hanya untuk meminta klarifikasi.

Ade juga mengatakan bahwa tim Virtual Police telah berkonsultasi dengan ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli ITE sebelum menangkap AM.

Bukan hanya itu, Virtual Police juga telah menghubungi AM melalui Direct Message (DM) di Instagramnya.

“Yang bersangkutan telah menghapus komentar tersebut dan meminta maaf. Maka pendekatan restorative justice kita kedepankan dalam penanganannya,” katanya.

Bagikan