Politikus Ini Bandingkan Kenaikan Harga BBM Dengan Harga Pecel Solo dan Bakmi Singapura

Politikus Ini Bandingkan Kenaikan Harga BBM Dengan Harga Pecel Solo dan Bakmi Singapura

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Arief Poyuono yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra membela kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurut Arief Poyuono, ada hal yang dapat dipetik dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

Arief Poyuono menilai ada sebuah prestasi terkait kenaikan harga BBM, prestasi yang dimaksud adalah saat ini harga pecel di Solo memiliki kesamaan dengan harga bakmi di dua negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura.

“Prestasi yang patut kita banggakan oleh kangmas Jokowi, dengan harga BBM dinaikan, harga pecel di Solo setara dengan harga bakmi di Singapura dan Malaysia,” ujar Arief Poyuono, dikutip terkini.id dari rmol.id, Selasa 6 September 2022.

Lebih lanjut lagi, Arief Poyuono memprediksi bahwa kenaikan BBM akan menjadi sebuah titik keseimbangan bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Selain itu, Arief Poyuono menambahkan sejak reformasi, harga BBM di Indonesia tidak pernah mengalami kenaikan.

Arief Poyuono berpendapat harga BBM naik disebabkan oleh mata uang dolar Amerika yang mengalami peningkatan.

Diketahui saat ini nilai 1 dolar AS hampir mencapai Rp15.000. Tidak hanya mata uang dolar Amerika, jumlah hutang luar negeri Indonesia yang meningkat juga memperberat anggaran negara.

“Karena Jokowi gagal menciptakan kurs dolar menjadi Rp 10 ribu rupiah per dolarnya, kedua karena kurs dolar terus naik di kisaran Rp 15 ribuan, ketiga diperberat lagi dengan hutang luar negeri yang juga terus naik,” kata Arief Poyuono.

Sebagai informasi, pada Sabtu 3 September 2022, Presiden Jokowi secara resmi menetapkan kenaikan harga BBM subsidi.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi yang diberikan telah melonjak hingga tiga kali lipat.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah dengan mengalihkan subsidi kepada warga yang lebih membutuhkan.

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran,” ucap Presiden Jokowi di Istana Merdeka, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Selasa 6 September 2022.

Pemerintah menyatakan akan mengalihkan subsidi BBM menjadi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan dibagikan kepada warga miskin di seluruh Indonesia.

“Bantuan langsung tunai BLT BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar 150.000 per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” ungkap Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.