Proyek Panjang PDIP Menuju 2029, Dimulai Dengan Memasang Risma dan Gibran di DKI

Proyek Panjang PDIP Menuju 2029, Dimulai Dengan Memasang Risma dan Gibran di DKI

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024, PDI Perjuangan mulai mengorbitkan kadernya yang kemungkinan akan diusung.

Tidak tanggung-tanggung, Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto menyebut nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, di mana kedua nama ini kemungkinan besar akan diajukan pada Pilkada DKI mendatang.

“Bu Risma dalam kepemimpinan selama dua periode di Kota Surabaya mampu menunjukkan perubahan yang signifikan.”

“Mas Gibran beliau sudah terpilih sebagai Wali Kota Solo tentu saja harus juga membuktikan bagaimana kepemimpinan Mas Gibran,” ujar Hasto dikutip dari Cnnindonesia.com Minggu 9 Januari 2022.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, Gibran dan Risma menjadi nama yang potensial diusung di Pilgub DKI. Baginya, kedua nama itu bisa dijadikan persiapan suksesi jangka panjang kader PDIP untuk maju di Pilpres 2029.

Baca Juga

“Namanya obsesi proyeksi atau suksesi lah (bagi PDIP) ke depan, proyeksi politik ke depan ya, untuk siap kontestasi pada level nasional di Pilpres 2029. Wajar saja kalau ada niatan itu,” ujar Karyono.

Karyono mengatakan, PDIP saat ini tengah melakukan investasi politik stok kadernya untuk maju tingkat nasional ke depan.

Baginya, suksesi itu bisa dilakukan dengan menempatkan kader-kader potensial di posisi strategis. Salah satunya di jabatan Gubernur DKI Jakarta.

Posisi gubernur DKI Jakarta menjadi ‘seksi’ ketimbang kepala daerah lain di Indonesia. sebab, tokoh yang menempati posisi itu potensial menjadikan ‘batu loncatan’ untuk maju sebagai capres atau cawapres di Pilpres berkaca kasus Joko Widodo saat ini.

Sebelum menjadi Presiden, Jokowi sempat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta 2012-2014. Jauh sebelum itu, ia sempat menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Nambah stok kader yang siap diusung dalam kontestasi politik nasional 2029. Ya benar batu loncatan, kalau kita berkaca Pak Jokowi kan dari Wali Kota Solo, terus Gubernur DKI dan jadi presiden,” ujarnya.

“Artinya sudah punya modal sosial untuk maju capres-cawapresn, sudah banyak legasi dan record. Penjabat di DKI Jakarta memang sebagai modal untuk berkontestasi di level nasional,” tambahnya.

Meski begitu, Karyono mengatakan, PDIP harus melihat pelbagai faktor untuk memutuskan kedua nama itu sebelum memutuskan Cagub DKI definitif. Baik dari sisi rekam jejak maupun elektabilitas tiap kadernya.

Sebab, memang harus diakui, masyarakat di DKI Jakarta sendiri dinilai sebagai pemilih rasional.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.