Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini Anies Baswedan bersama Presiden Jokowi menyidak bersama dalam rangka meninjau sirkuit Formula E Jakarta.
Hal ini merupakan sesuatu yang aneh lantaran partai tempat bernaungnya Jokowi yaitu PDI Perjuangan sempat mengkritisi pengadaan Formula E di Jakarta.
Namun secara tiba-tiba Presiden Jokowi didampingi oleh Anies Baswedan datang berdampingan bersama ke sirkuit Formula E.
Rocky Gerung menilai bahwa dapat disimpulkan kalau Presiden Jokowi membutuhkan Anies Baswedan bukan Anies Baswedan yang membutuhkan Jokowi.
“Kan yang kemarin itu fotonya harus dibaca bahwa yang perlu Anies itu akhirnya pak Jokowi, bukan Anies yang perlu pak Jokowi,” ucap Rocky Gerung.
- Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- Rocky Gerung Beri Tanggapan, Usai Tim PDIP Cabut Laporannya
- Rocky Gerung Akui Sudah Jadi Tersangka
- Kasus Penyebaran Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan
Selain itu ‘duet mesra’ Jokowi dan Anies Baswedan ini menurut Rocky Gerung seolah-olah membungkam mulut para buzzer dari kedua belah pihak.
“Mungkin waktu gambar itu muncul, 7 dari 10 buzzer itu bunuh diri tuh karena menganggap ‘kurang ajar pak Jokowi, kita lagi hajar Anies kok tiba-tiba beliau datang’,” ujar Rocky Gerung dilansir dari pikiranrakyat, Rabu 27 April 2022.
Kemunculan Jokowi dengan Anies Baswedan menunjukkan bahwa orang nomor satu di Indonesia tersebut diduga sedang mencari rumah baru karena sebentar lagi akan tidak bersama partai politik yang membesarkan namanya tersebut.
“Dan kalau kita hubungkan dengan kondisi psikopolitik Pak Jokowi, tentu pak Jokowi mulai paham bahwa dia nggak mungkin lagi diasuh oleh PDIP, dia tidak bakal diterima oleh kekuatan politik Islam, maka dia cari semacam tempat persembunyian sementara,” ungkap Rocky Gerung.
Rocky Gerung berpendapat bahwa Anies Baswedan merupakan pasangan yang tepat untuk Presiden Jokowi.
“Anies adalah kombinasi pikiran konseptual, kalangan kelas menengah, dan politik Islam,” imbuh Rocky Gerung.
“Di dalam diri Anies ada identitas Islam, tentu pak Jokowi menghitung itu. Di dalam diri Anies ada identitas politik luar negeri karena Anies dianggap proxy sementara politik Amerika tuh,” lanjutnya.
“Karena keadaan itu, maka orang tafsirkan wah pak Jokowi artinya butuh pendamping untuk menyelamatkan dia kalau terjadi krisis politik,” kata Rocky Gerung, dilansir dari pikiranrakyat.com, bersumber dari Youtube Rocky Gerung Official.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
