“Jika kita memiliki fasilitas uji klinis yang kuat, maka pengembangan obat bisa dilakukan di dalam negeri dengan standar internasional. Ini bagian penting dari kemandirian kesehatan bangsa,” katanya.
CRU RS Unhas juga dirancang mengikuti standar Good Clinical Practice (GCP), sebuah pedoman internasional yang memastikan setiap penelitian dilakukan secara etis, aman bagi partisipan, dan menghasilkan data ilmiah yang dapat dipercaya.
Menariknya lagi, fasilitas ini tidak hanya menjadi ruang penelitian, tetapi juga laboratorium pembelajaran bagi generasi baru tenaga kesehatan. Dokter spesialis, mahasiswa kedokteran, serta peneliti muda akan mendapat kesempatan mempelajari langsung metodologi uji klinis modern.
Dengan demikian, CRU tidak hanya melahirkan inovasi medis, tetapi juga mencetak peneliti dan dokter masa depan yang siap bersaing di tingkat global.
Melalui fasilitas ini, RS Unhas berharap kolaborasi antara akademisi, industri farmasi, dan pemerintah dapat semakin kuat.
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Incar Podium di Seri Jerez Moto3 Junior 2026
- Persenijar PGRI Sulsel Digelar di Sidrap, Gubernur: Saya Tidak Bisa Bikin Apa-Apa Kalau Bukan karena Guru
- Asmo Sulsel Gelar Honda Community Safety Riding Competition Regional 2026, Seleksi Wakil Menuju Tingkat Nasional
- Pimpinan 18 Perusahaan Grup Astra Makassar Perkuat Sinergi Melalui Pertemuan Rutin Bulanan
Dari Makassar, sebuah langkah baru dimulai langkah menuju masa depan di mana obat-obatan inovatif tidak lagi bergantung pada luar negeri, tetapi lahir dari riset dan kemampuan bangsa sendiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
