Sebut Cucunya Takeshi Kritis, NA Respon: Banyak Pak Ogah di Jalan?

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan bersantai di akhir pekannya bersama cucu-cucunya (Foto: Nurdin Abdullah/Instagram)

Terkini.id – Seorang pejabat pastinya selalu disibukkan dengan urusan-urusan pemerintah, negara, pelayanan terhadap publik atau masyarakat sebagai tanggungjawabnya.

Demikian, terkadang semakin sedikit waktu untuk bersua dengan kerabat bahkan berkumpul dengan keluarga, apa lagi pejabat pemerintahan yang level gubernur.

Semakin tinggi jabatan yah pastinya juga tanggungjawabnya lebih besar dan urusannya yang lebih banyak.

Waktu untuk berkumpul bersama sanad keluarga, terbilang sedikit. Seperti halnya dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah. Waktu akhir pekannya digunakan bersama keluarga seperti diunggahan akun Instagram pribadinya.

Diunggahan, pria yang berusia 55 tahun ini, diserbu pelukan dari kedua cucunya, yang terlihat begitu rindu dan ia pun terlihat tersenyum bahagia.

Menarik untuk Anda:

“Alhamdulillah diserbu pelukan dari cucu-cucu,” ungkap NA singkatan namanya dilansir Senin, 14 Oktober 2019.

Selain itu, mantan bupati Bantaeng dua periode ini juga, mengungkapkan, kalau cucunya Muhammad Takeshi sudah mulai berpikir kritis terhadap dirinya NA.

“Takeshi yang sudah mulai kritis makin banyak bertanya,” ujarnya

NA pun menyembutkan dari pertanyaan-pertanyaan dari cucunya itu, bahkan sampai-sampai mempertanyakan tentang Pak Ogah di jalan.

“Papa unding dari mana? Mau kemana? Kenapa banyak Pak Ogah di jalan? Kalo yang ini pertanyaan banyak netizen yang mention saya di medsos,” kata dia.

“Selamat menikmati weekend masyarakat Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rapid Tes di Sari Laut Ruko Tugu Bundaran Mandiri, 3 Reaktif

30 Masker Untuk Anak KKN Unhas Cegah Penyebaran Covid-19 Sejak Dini

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar