Sedihnya drg Romi, Dokter yang Batal Jadi PNS karena Terkait Disabilitas

Terkini.id, Padang – Kisah dokter gigi Romi Syofpa Ismael (33) menjadi heboh di media sosial lantaran gagal diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menjadi heboh lantaran Romi tak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) meski sudah dinyatakan lulus pada tes CPNS 2018 lalu.

Bukan cuma lulus, dokter gigi Romi bahkan meraih nilai tertinggi di antara semua peserta CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Baca Juga: drg Romi Akhirnya Resmi Jadi PNS, Giliran drg Lili yang...

Sayangnya, kelulusan dokter gigi Romi ini dibatalkan oleh Bupati Solok Selatan secara sepihak.

Dari informasi yang beredar, dokter gigi Romi tidak diluluskan karena menyandang disabilitas.

Karena batal lulus, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang serta sejumlah pihak menggalang dukungan untuk dokter Romi.

LBH Padang menyebutkan, dokter gigi Romy disebut telah mengabdi sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Talunan sejak 2015.

LBH Padang menceritakan, pada September 2018, Doker Romi dinyatakan lulus CPNS di Kabupaten Solok berdasarkan pengumuman nomor 800/40/IX/BKPSDM/BUP-2018 tentang penerimaan CPNS.

Setelah itu, Romi sudah melengkapi pemberkasan. Dia memenuhi semua persyaratan. RSUD M Djamil misalnya menyatakan Drg Romi layak untuk bekerja.

Nah, pada 18 Maret 2019, Bupati Solok Selatan mengeluarkan surat yang intinya tidak meloloskan drg Romi karena tidak sesuai dengan persyaratan formasi umum.

Romi dikenal sebagai seorang dokter gigi di Solok Selatan, salah satu daerah tertinggal di Sumatera Barat.

Romi disebutkan menyandang disabilitas pada tahun 2016 lalu, ketika dirinya melahirkan.

Meski cuma bisa beraktifitas di atas kursi roda, Romi masih mampu memberikan pelayanan maksimal sebagai dokter gigi.

Bahkan karena dedikasinya tersebut, Romi diangkat sebagai tenaga honorer harian lepas pada tahun 2017.

Hingga pada akhirnya, Romi mengikuti tes CPNS 2018 dan dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi.

Walaupun sudah mendapat ranking 1, Romi malah tak diangkat menjadi PNS setelah ada peserta yang melaporkan jika ia mengalami disabilitas.

Kuasa hukum Romi dari LBH Padang, Wendra Rona Putra, heran mengapa nama Romi dicoret dari daftar kelulusan.

“Inilah yang tidak habis pikir. Kenapa tiba-tiba dibatalkan. Saat itu ada peserta yang melapor dan akhirnya laporan diterima, Romi akhirnya dicoret,” ungkap Wendra seperti dilansir dari Kompas.com.

Baca berikutnya
Tentang Lidah Mertua
Bagikan