Terkini.id, Jakarta – Penceramah, Ustaz Zulkarnain El Madury memberikan penilaiannya terhadap sosok pendakwah KH Idrus Ramli yang belakangan ini menuai sorotan publik lantaran menyebut Arab lebih bagus dari Nusantara.
Ustaz Zulkarnain El Madury pun menilai KH Idrus Ramli merupakan sosok kiai nakal dan pemikirannya kampungan.
Hal itu disampaikan Zulkarnain El Madury lewat videonya yang tayang di kanal YouTube Minang Bertauhid, seperti dilihat pada Senin 21 Februari 2022.
Dalam video berjudul ‘Ahlusunnah Hanya Asyariyah dan Maturidiyah Itu Terlalu Kampungan!’ itu, tampak awalnya Zulkarnain mengomentari pemikiran Idrus Ramli yang kerap membahas aliran Wahabi dalam ceramahnya.
“Memang pak kiyai yang satu ini (Idrus Ramli) juga Nakal. Nakalnya apa? kalau diamati dari awal sampai akhir, itu memang seperti terluka gitu, menjerit-jerit kalau panggil (sebut) Wahabi itu,” ujar Zulkarnain.
- Pendakwah Idrus Ramli: Kuburan Itu Penjaga Masjid, Kalau Belum Ada yang Mati Maka Buatkan Kuburan-Kuburan!
- Singgung Wahabi, Pendakwah Idrus Ramli: Tuhan Itu Mirip Laki-Laki Belum Berjenggot, Tingginya 30 Meter ....
- Singgung Istri Gus Dur yang Haramkan Poligami, Pendakwah Idrus Ramli: Itu Amalan Paling Halal!
- KH Idrus Ramli: Sebagian Pengurus NU Sudah Terpengaruh Akidah Wahabi!
- Pedas! Pendakwah Idrus Ramli Sebut Habib Kribo Syi'ah dan Bukan Ahli Ilmu
Tak hanya itu, Ustaz Zulkarnain juga mengkritik pemikiran Idrus Ramli tentang aliran Ahlusunnah Wal Jamaah dalam Islam.
“Kemudian juga (Idrus Ramli) berbicara bahwa yang dimaksud Ahlusunnah Wal Jamaah itu versi Maturidiyah dan Asyariyah,” kata Zulkarnain El Madury.
Menurutnya, pemikiran Idrus Ramli itu sudah parah lantaran menilai Islam harus dipatok harga yakni Asyariyah dan Maturidiyah sebagai harga mati.
“Nah kalau itu sebagai ukuran, ini lebih parah lagi. Artinya islam ini harus dipatok harga, menurut harga mati mereka yaitu asyariyah dan maturidiyah selain itu tidak boleh berpikir,” tuturnya.
Oleh karena itu, Zulkarnain El Madury menilai sejumlah pemikiran dari Kiai Idrus Ramli tersebut kampungan.
“Kalau saya sih lebih tepat itu terlalu kampungan!, menurut saya kalau kita itu dibatas akhirnya menjadi sebatas pemahaman kampung,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
