Sering Dengar Kota 1001 Malam dalam Peradaban Islam, Ada yang Tahu Dimana?

Terkini.id – Kota seribu satu malam merupakan salah satu wilayah peradaban Islam yang merupakan julukan dari Baghdad, Irak. Kota ini terletak di antara jalur sungai Eufrat dan Tigris. 

Kota Baghdad berdiri sejak tahun 762-767 oleh Khalifah Al Manshur dari kekhalifahan Abbbasiyah. Setelah masa kekhalifan Al Manshur selesai, ternyata kota Baghdad mulai mencapai masa kejayaannya. 

Baghdad dikenal sebagai pusat perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam, tepat setelah kekuasaan berpindah ke tangan Khalifah Harun Ar-Rasyd.

“Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyd (786-809 M) dan anaknya Al Ma’mun (813-833 M),” tulis dosen STISNU Nusantara Tangerang Murniasi dalam publikasinya berjudul Daulah Abbasiyah Baghdad sebagai Pusat Pengetahuan mengutip dari detikcom, Selasa, 23 November 2021. 

Melansir detikcom, pada masa kejayaan itu, julukan kota seribu satu malam disematkan pada kota Baghdad.

Sepanjang pemerintahan Khalifah Harun Ar Rasyd, Baghdad disulap menjadi pusat peradaban dunia dan banyak melahirkan banyak karya terkenal.

Bahkan, menjadi pusat pendidikan dan perdagangan dalam jangka waktu satu generasi sejak didirikan. Sejarah mencatat, sejumlah ilmuwan dari berbagai wilayah pun datang ke Baghdad untuk mendalami ilmu pengetahuan yang hendak mereka kuasai.

Julukan kota seribu satu malam ini juga, ternyata diambil dari salah satu karya sastra terkenal yang dilahirkan oleh Baghdad yaitu Alf Lailah wa Lailah (kisah seribu satu malam).

Karya sastra tersebut mengisahkan tentang pemimpin yang berhasil membawa Baghdad pada masa keemasannya sekaligus pemimpin yang paling dihormati oleh penduduknya, Harun Ar Rasyd.

Selain itu, kisah seribu satu malam juga memuat kisah-kisah yang melambangkan kehebatan budaya Baghdad selama masa keemasaannya sebagai pemimpin dunia dan Islam yang diakui. Sebagaimana dikutip dari buku Sejarah Peradaban Islam Terlengkap oleh Rizem Aizid.

1 2
Selanjutnya
Bagikan