Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurut dia, langkah Nusantara Infrastructure tersebut bisa membantu menyelesaikan problem persampahan di Makassar yang sudah sangat mendesak dibereskan.
Apalagi, dengan kerjasama Rappo yang sudah berpengalaman memberdayakan masyarakat dan mengolah sampah menjadi barang fesyen bernilai tinggi.
Sementara, CEO Rappo Indonesia, Akmal Idrus, menyampaikan sejak dimulai pada 2025 lalu, program ini telah melibatkan hingga 19 perempuan.
“Mereka bukan hanya mendapat peningkatan green skill, keterampilan berbasis daur ulang dan keberlanjutan tapi juga mendapat penghasilan jutaan rupian. Program ini juga menghasilan 313 produk hasil daur ulang sampah yang dipasarkan bukan cuma di Makassar, tapi juga ada di Grand Indonesia Alun Alun Jakarta,” ungkap Akmal.
Lebih dari sekadar program CSR, inisiatif ini membangun ekosistem berbasis komunitas yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah, proses produksi, hingga distribusi produk.
- Disiplin yang Tertanam dari Lapangan, 70 Paskibraka Makassar Diganjar Uang Tunai dan Studi Wisata ke Bali
- Puncak Bila Sidrap Siap Sambut 400 Mobil Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12
- RSUP Wahidin Kirim Tim Tanggap Darurat Medis ke NTT, Bawa Dokter Spesialis dan Perawat Gawat Darurat
- BrightGas Ramaikan CFD Makassar, Hadirkan Promo Refill, Trade-In hingga Lomba Rakyat
- Meriah, TK Hj Sitti Aminah Binamu Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Siswa dan Orang Tua
Meskipun masih dalam skala terbatas, program ini menunjukkan bahwa solusi pengelolaan limbah dapat dimulai dari tingkat komunitas.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas dampak ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
