Terkini.id – Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatte, Tangerang pukul 14:36 WIB. Insiden terjadi 4 menit setelah lepas landas.
Jatuhnya pesawat tersebut terbilang mengejutkan karena ternyata pesawatnya komandoi oleh mantan personel TNI AU yang sudah purna tugas sejak tahun 1998.
Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena menegaskan, pesawat milik Sriwijaya Air rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 202 dalam kondisi layak terbang.
“Kondisi pesawat dalam kondisi sehat,”jelas Jefferson kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Sabtu 9 Januari 2021 malam.
Ia mengatakan sebelum SJ 182 terbang, dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sebelum hilang kontak, pesawat Sriwijaya Air terkait sudah terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang.
- Pegadaian Kanwil VI Makassar Bukukan Omset Rp20,19 Triliun hingga April 2026
- Target Pelaku Pencurian HP, Tim Pegasus Polres Jeneponto Ringkus 2 Orang Terduga Pengedar Sabu
- Pantai Indah Bosowa Gelar Program "Jumat Ceria" Bersama Anak-Anak Panti Asuhan
- Belum Ada Jadwal Pasti Musda Golkar Sulsel Ke-11, Panitia Terus Matangkan Persiapan
- Satu-satunya di Luar Jawa, Makassar Sabet Paritrana Award Berkat Program Makassar Berjasa
Saat terbang ke Pontianak kedua kalinya seharusnya tidak ada masalah.
Terkait keterlambatan pesawat terkait, dia mengatakan hal itu bukan karena mengalami kerusakan, tetapi alasan cuaca yang tidak mendukung.
“Delay (keterlambatan) akibat hujan deras, makanya ada delay 30 menit saat boarding,” bebernya.
Ia mengatakan, akan memberikan pendampingan bagi keluarga korban dan kooperatif dalam proses pencarian serta penyelamatan awak dan penumpang SJ 182.
“Kami akan memberikan pendampingan dan kami akan bekerja dalam proses pencarian pesawat ini. Untuk selanjutnya kami akan mengumpulkan informasi lebih lanjut,” kata dia.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan sejumlah unsur terkait mengerahkan potensinya untuk proses pencarian dan penyelamatan.
Dalam proses SAR itu, Kemenhub mengirimkan satu kapal, Basarnas (tiga kapal utama, tiga kapal karet, dan dua sea rider), TNI AL (tiga kapal KRI), dan Polair Polda (enam kapal).
“Seluruh jajaran bergerak cepat untuk pencarian dan penyelamatan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
