Bagi warga Sulsel, kebijakan ini terasa pahit. Dari sekian banyak proyek strategis yang diajukan, hanya satu yang masih bisa berjalan menggunakan dana APBN 2025: Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.
Proyek ini mendapat kucuran dana Rp680 miliar dari pinjaman luar negeri, ditambah Rp20 miliar dari APBN.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, dalam rapat tersebut sempat mempertanyakan kelanjutan Stadion Sudiang. Ia berharap ada cara agar proyek ini tetap mendapat anggaran.
“Ada dua stadion yang direncanakan, tapi sayangnya Stadion Sudiang tidak termasuk. Semoga ada solusi agar tetap bisa dikerjakan,” katanya.
Tak hanya stadion, Andi Iwan juga meminta perhatian terhadap dua jembatan gantung di Sulsel yang kondisinya sudah memprihatinkan.
- Kabur ke Sulawesi Tengah, Terduga Pelaku Pembunuhan di Sapanang Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto
- Cathlyn dan Meivy Terima Beasiswa Kuliah ke Tiongkok, INTI Tanggung Biaya Pendidikan dan Hidup
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
“Anggarannya kecil, hanya Rp3 miliar, tapi dampaknya besar bagi masyarakat. Harapannya, ini bisa tetap dikerjakan,” pintanya.
Mimpi yang Tertunda
Bagi masyarakat Sulsel, khususnya pencinta olahraga, keputusan ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur yang tertunda atau bahkan batal.
Stadion Sudiang seharusnya menjadi simbol kemajuan olahraga di Sulawesi Selatan. Namun, tanpa kepastian anggaran, impian tersebut semakin jauh dari kenyataan.
Pemerintah daerah kini dihadapkan pada dilema: menunggu alokasi anggaran di tahun berikutnya atau mencari skema pendanaan lain.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
