Sudah 20.000 Orang Meninggal di Amerika Akibat Virus Corona

Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (Foto: ist)

Terkini.id, Makassar – Universitas Johns Hopkins mencatat kumlah kasus kematian akibat Corona di Amerika Serikat (AS) yang mencapai angka mencengangkan. 

Hingga Sabtu 11 April 2020 waktu setempat, korban tewas mencapai angka 20.000 kasus.

Melansir dari AFP, Minggu 12 April 2020, wabah virus Corona telah merenggut nyawa sebanyak 20.071 orang di Amerika Serikat. Sementara jumlah kasus infeksi lebih dari setengah juta.

Berdasarkan perhitungan tersebut Amerika memimpin sebagai kasus positif Corona tertinggi secara global. Dilaporkan sebanyak 519.453 kasus positif Corona.

Sementara itu, Italia adalah negara yang paling terpukul di Eropa dengan populasi seperlima dari AS. Sebanyak 19.468 kasus kematian akibat Corona di negara tersebut.

Menarik untuk Anda:

Amerika Serikat menyalip Italia sebagai negara dengan jumlah kematian terbesar akibat Virus Corona. Presiden Donald Trump masih berkukuh untuk membuka kembali negaranya demi perekonomian.

2.000 Meninggal Dalam Sehari

Amerika Serikat juga menjadi negara pertama yang melaporkan lebih dari 2.000 kematian akibat Virus Corona dalam satu hari, tepatnya 2.108 kasus. Hal ini menandai pula lonjakan jumlah kematian global akibat virus ini menembus angka 103.000 kasus.

Angka kematian harian ini tercatat jadi yang tertinggi sejauh ini sejak wabah Corona pertama kali dilaporkan di pusat kota Wuhan, China, Desember 2019.

Negara-negara di Eropa secara akumulatif sejauh ini menjadi yang terbesar dalam hal kasus positif maupun angka kematian akibat Covid-19. Namun, sejumlah negara menunjukkan tanda-tanda kurva Corona yang mulai rata.

Spanyol, misalnya, dengan 510 kasus kematian baru. Ini menunjukkan penurunan dalam tiga hari berturut-turut. Prancis melaporkan hampir 1.000 kematian baru pada Jumat 10 April 2020, tetapi menyebut ada penurunan jumlah pasien perawatan intensif.

Senada, Italia menyebut ada penurunan jumlah kematian setiap harinya. Meski begitu, pemerintahnya menolak pencabutan lockdown dan malah memperpanjangnya hingga 3 Mei.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Longsor Turun seperti Tsunami, 160 Orang Tewas Tertimbun di Lokasi Tambang

Azan di Denmark Terancam Dihentikan karena Ini

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar