Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemenristek/BRIN) melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) menyebut tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diklaim oleh Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.
Upaya Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional terkait dengan pengembangan alat tes PCR, alat tes diagnostik non-PCR, ventilator, serta unit laboratorium bergerak dengan bio safety level (BSL) 2 harus didukung penuh.