Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa, tahun depan sederet tekanan ekonomi akan menghantui kenaikan inflasi.Perry menjelaskan, kemungkinan akan terjadinya kenaikan inflasi di tanah air pada Semester II-2022, disebabkan karena adanya kenaikan harga energi."Dari waktu ke waktu, ada risiko tekanan inflasi pada paruh kedua tahun depan, karena kenaikan harga energi atau kenaikan permintaan lebih cepat," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR.