Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar ikut menanggapi kasus perselingkuhan pelantun lagu ‘Deen Assalam’ Nissa Sabyan dengan keyboardis Sabyan Ayus.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Jumat 19 Februari 2021, menilai kasus Nissa Sabyan tersebut sudah melibatkan pertempuran antara kadrun dan cebong.
“Saking gada berita politik, kasus Nissa sabyan sudah melibatkan pertempuran antara kadrun dan cebong,” cuit Denny Siregar.
Terkait kasus Nissa Sabyan itu, Denny pun menyinggung Dewan Pers dan soal buzzer.
Denny Siregar berharap, Dewan Pers apabila hendak menanggapi perselingkuhan Nissa dan Ayus tersebut tidak melontarkan tudingan bahwa buzzer juga ikut terlibat dalam kasus itu.
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
- Bupati Sidrap Turun Tangan Tata Kawasan Monumen Ganggawa, Jadi Ruang Publik dan Pusat Ekonomi
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
“Mudah-mudahan dewanpers gak ikut-ikutan nuding-nuding buzzer di kasus itu,” kata Denny Siregar menandai Twitter Dewan Pers.
Selain Denny Siregar, kasus perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus juga ikut ditanggapi pegiat media sosial lainnya yakni Ade Armando.
Melalui cuitannya di Twitter, Jumat 19 Februari 2021, Ade Armando menanggapi kasus Nissa Sabyan itu lewat sebuah poster yang ia bagikan.
Dalam narasi poster tentang Nissa Sabyan tersebut, Ade Armando menyinggung soal hijab. Menurutnya, jilbab hanyalah gaya berpakaian saja.
“Kasus Nissa Sabyan menunjukkan jilbab itu hanya gaya berpakaian,” demikian tertulis dalam isi poster itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
