Teater Kondobuleng Terbang Menuju PTN

Tim Teater Rakyat Kondobuleng dari Sanggar Seni Tradisional Ilologading Paropo Makassar, terbang dengan pesawat Batik ke Samarinda menuju Pertemuan Teater Nasional (PTN)

Terkini.id,Makassar Tim Teater Rakyat Kondobuleng dari Sanggar Seni Tradisional Ilologading Paropo Makassar, terbang dengan pesawat Batik ke Samarinda menuju Pertemuan Teater Nasional (PTN) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai 20 hingga 26 September 2019 mendatang.

Pertunjukan Teater Rakyat Kondobuleng sendiri disutradarai oleh M. Arsyad K atau biasa dipanggil Daeng Aca (74 thn).

Ram Prapanca selaku periset Teater Kondobuleng selama bertahun-tahun sampai mencapai doktornya di bidang teater. Selain itu, Teater Kondobuleng mengisahkan tentang kehidupan para nelayan yang secara akrab mencari ikan bersama-sama dengan Kondobuleng. Di tengah aktivitas mencari ikan, datang seorang pemburu dan menembak Kondobuleng.

Sang Kondobuleng terkapar dan sang Pemburu hilang seketika. Para nelayan mencari Kondobuleng dan pemburu dengan berbagai macam cara. Menyeberangi jembatan, menggunakan sampan dan berenang.

Mereka pun menemukan Pemburu. Lalu secara bersama-sama mencari hingga menemukan Kondobuleng. Lalu mereka menghidupkan kembali Kondobuleng dengan mantra, doa-doa dan nyanyian.

Menurut Ram Prapanca, Kondobuleng adalah bangau putuh yang dimitoskan sebagai manusia suci. Dikatakan pula bahwa Teater Kondobuleng berawal dari ritual dan dimainkan pada waktu malam. Pernah ditemukan pada suku Bajo di Teluk Bone tapi saat ini tidak dikenal lagi.

Lalu ditemukan juga di Pangkajene Kepulauan dan digarap sebagai tarian. Lalu berkembang di Paropo Makassar dan dimainkan oleh Sanggar Seni Tradisional Ilologading pimpinan Daeng Aca sebagai teater rakyat dan dimainkan oleh 5 aktor dan 7 pemusik.

“Teater ini merupakan bentuk representasi identitas, nilai dan fungsi sosiokultural masyarakat pesisir Bugis-Makassar.

Hal itu ditemukan Ram melalui teks dramatik dan teks pertunjukan, baik dialog, properti, kostum, gerak, ekspresi dalam setiap adegan.

“Tema yang dibangun adalah tema kemanusiaan bersumber dalam filosofi “siri’ na pacce” (harga diri dan kehormatan”,” urainya.

Di dalamnya sarat dengan identitas budaya lokal Makassar yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, religi dan estetis. Berbagai fungsi yang diemban dalam teater ini antara lain fungsi pendidikan, sosial dan hiburan.

“Jadi Teater rakyat Kondobuleng akan dipentaskan pada PTN 25 September 2019 mendatang dan balik ke Makassar 27 September 2019 mendatang,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Yuk, Nantikan Semarak BODY 2019 di Kampus UNM

Terkini.id,Makassar -  Biology Open Day (BODY) kembali dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM pada 13 hingga 17 November 2019 mendatang.Kegiatan ini mengusung
Kampus

LKIM-PENA Unismuh Kembali Gelar PIKIR 2019

Terkini.id, Makassar - Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja