Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus berbenah dalam menekan penularan Covid-19 di Makassar. Salah satunya, bakal mengundang dekan kedokteran se-Kota Makassar.
“Saya akan mengundang Dekan Kedokteran se-Kota Makassar dan BEM Kedokteran se-Kota Makassar. Saya akan mobilisasi semua potensi kedokteran di Kota Makassar,” kata Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Selasa, 13 Juli 2021.
Di sisi lain, Danny merespons kritikan sejumlah kalangan yang mempermasalahkan mobilitas Detektor Covid-19. Pasalnya setiap anggota Detektor hanya memiliki satu Alat Pelindung Diri (APD).
“Ini bukan APD seperti biasa, ini APD licin, makanya saya bilang 2 hari turun, 1 hari cuci APD, 2 hari turun cuci lagi, jadi kita managemen memang,” kata Danny Pomanto.
Terkait tudingan lain yang menyebut alat Detektor Covid-19 tak steril, Danny menegaskan sudah menyiapkan alkohol 70 persen untuk melakukan penyemprotan alat.
“Saya belikan alkohol 70 persen agar selalu semprot setiap selesai pemeriksaan,” ucapnya.
Terkait dengan kritikan lantaran tim Detektor Covid-19 bersentuhan langsung dengan warga saat melakukan pemeriksaan, Danny menyebut sudah melakukan evaluasi. Hal itu tak akan terjadi lagi.
“Kenapa sentuh orang? Jangan sentuh orang, kenapa di dalam rumah? Di luar saja, jangan masuk di rumah, begitukan? Tidak ada ji masalah. Kita ingin Makassar ini lebih baik lagi,” kata dia.
Sebelumnya, Danny Pomanto menyampaikan hasil evaluasi terhadap kerja tim Satgas Detektor Covid-19 selama 2 hari bertugas.
“Kita harus evaluasi, masa ada program tak kita evaluasi,” kata Danny.
Berdasarkan hasil kerja Detektor Covid-19 selama 2 hari, Danny mengatakan ada sekitar 48.587 orang yang telah melakukannya pemeriksaan. Mereka yang berada di bawah saturasi ada sekitar 2.522.
“Itu tinggi sekali ada potensi orang bisa mati tiba-tiba. Ini tidak didapatkan kalau tidak ada detektor,” kata Danny.
Mereka yang demam di atas 38 derajat celcius ada 628 orang. Hal itu, kata dia, tak terlalu bermasalah.
“Yang bahaya adalah saturasi di bawah 90 persen pada 2522 warga. Semua ini sudah dilaporkan,” ungkapnya.
Selama ini, kata Danny, pihaknya hanya menunggu data di rumah sakit. Dengan kehadiran Detektor Covid-19, data tersebut bisa didapatkan lebih cepat dan akurat.
“Selama ini kita tunggu-tunggu saja data di RS, orang sakit, mati, sembuh. Di mana di bawah (kondisi masyarakat) tidak pernah diketahui,” cetusnya.
Sebab itu, Danny menekankan pentingnya penanganan Covid-19 di Makassar berbasis pada data.
“Tugas Detektor Covid-19 ini penting sekali untuk mengetahui kesehatan masyarakat,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
