Terkini.id, Jakarta – Beberapa informasi terbaru terkait kerusuhan 21-22 Mei terus menjadi perbincangan.
Seperti diketahui, sedikitnya sudah ada 452 orang perusuh yang saat ini diamankan oleh kepolisian. Dari hasil identifikasi polisi, perusuh tersebut berasal dari tiga kelompok.
Tiga kelompok itu, yakni kelompok preman bayaran, sosok penembak jitu, dan kelompok gerakan radikal.
Dilansir dari kompas.com, berdasarkan CCTP yang lengkap dengan jam dan kondisi kejadian, aksi kerusuhan dan bakar membakar di kawasan Petamburan berlangsung sejak pukul 23.00 malam pada 21 Mei 2019.
Kemudian kerusuhan besar terjadi di titik kedua jelang pukl 02.00.
Disebutkan, massa perusuh pertama bergerak dari Stasiun Tanah Abang dengan menggunakan commuter line. Massa tersebut diketahui naik dari kawasan Rangkasbitung, Banten.
Dari cctv juga terlihat, setelah massa perusuh pertama tersebut turun dari commuter line, terlihat terjadi pembagian amplop yang diduga berisi uang. Setelah itu, massa pun menyebar ke tiga arah, yakni Petamburan, Tanah Abang dan Gedung Bawaslu.
Sementara itu, massa kedua datang menjelang pukul 02.00, Rabu dini hari 22 Mei 2019). Ada massa yang dikerahkan di jalur bus Transjakarta, beberapa ratus meter sebelum gedung Bawaslu.
Produser Program TV Aiman Kompas TV, yakni Aiman Wicaksono, mengaku mendapat sebuah bukti berupa rekaman kamera pemantau alias CCTV di dekat salah satu gedung di Jalan MH Thamrin, Jakarta yang mengungkap peristiwa tersebut.
“Dalam CCTV yang akan ditayangkan lengkap di program AIMAN, jelas terlihat sebuah ambulans yang berisi banyak pemuda. Terekam dalam CCTV, amplop-amplop dibagikan setelah mereka turun dari ambulans,” tulis Aiman.
Menariknya, kata dia, saat amplop dibagikan, sejumlah pemuda lain yang berada di sekitar lokasi terlihat mendekat dan mendapat amplop juga.
Setelah menerima amplop, mereka langsung berlari menuju pusat demo di kantor Bawaslu.
“Jika kita kembali ke peristiwa 22 Mei, ada kerusuhan besar kedua di depan gedung Bawaslu dan Jalan Wahid Hasyim sekitar pukul 02.00. Lokasi itu berada dalam satu kawasan. Peristiwa itu terjadi persis setelah pengerahan dan pemberian amplop ini,” katanya.
Kedua massa ini masih diselidiki apakah hanya terkait dengan kelompok preman bayaran atau ada kaitan juga dengan kelompok radikal.
Karopenmas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo membenarkan temuan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
