Terkini, Makassar — Pagi itu, semangat Kartini terasa berbeda. Bukan sekadar kebaya dan seremoni, tetapi ada tekad yang mengalir dari tiga perempuan yang berdiri dengan keyakinan yang sama: perempuan harus terus melangkah maju.
Di tengah momentum peringatan Hari Kartini, tiga sosok dari Srikandi Palasara hadir membawa pesan yang tidak hanya terdengar, tetapi juga terasa.
Mereka adalah Hj. A. Mindaryana Yunus, Andi Hikmawati A. Kumala Ijo, dan Wani Saharuddin—tiga perempuan dengan peran berbeda, namun satu tujuan: melanjutkan api perjuangan Kartini di masa kini.
Bagi Ketua Umum Srikandi Palasara, Andi Hikmawati, Kartini bukan sekadar nama dalam buku sejarah.

Ia adalah semangat yang hidup dalam setiap langkah perempuan hari ini.
- Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, PT Vale Indonesia Dukung Stranas Stunting dan SDGs Kesehatan
- Tahanan Kabur di Polres Bulukumba, Aliansi Pemuda Sapobonto Demo Kantor Polisi
- LAZ Hadji Kalla Bantu Warga Pesisir Buton Buididaya Kerang Mutiara hingga Bisa Panen
- Kisah drg. Mieke, Direktur RMC Makassar yang Menghidupkan Semangat Kartini
- Hari Kartini, Camat Ujung Pandang: Saatnya Perempuan Tunjukkan Kualitas dan Kepemimpinan
“Semangat Kartini harus terus hidup. Perempuan sekarang tidak lagi hanya berada di ruang domestik, tetapi telah menjadi penggerak di berbagai sektor,” ujar Andi Hikmawati yang jugaPermaisuri Raja Gowa ke-38 dan Ketua Umum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa.
Di sisi lain, Hj. A. Mindaryana Yunus melihat perjuangan Kartini dari sudut yang lebih mendasar: kekuatan diri. Baginya, perempuan harus terus bertumbuh agar mampu berdiri sejajar dan berdaya.
“Kepercayaan diri itu penting. Perempuan harus berani mengambil peran, meningkatkan pendidikan, dan mandiri secara ekonomi,” kata Bendahara Palasara Indonesia ini.
Sementara itu, Wani Saharuddin membawa pesan yang menyentuh generasi muda. Ia percaya, masa depan perempuan Indonesia bergantung pada keberanian untuk berkarya hari ini.
“Kartini adalah simbol perubahan. Generasi sekarang harus melanjutkan itu dengan karya nyata,” tuturnya.
Di balik kata-kata mereka, ada realitas yang terus bergerak. Perempuan kini hadir di berbagai lini—memimpin, menginspirasi, dan menciptakan perubahan. Namun, perjuangan belum selesai.
Hari Kartini tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar peringatan.
Ia menjelma menjadi ruang refleksi—tentang sejauh mana langkah telah diambil, dan sejauh mana lagi jalan harus ditempuh.
Dari Palasara, tiga srikandi itu mengingatkan: semangat Kartini tidak pernah padam. Ia hidup dalam keberanian perempuan untuk bermimpi, melangkah, dan berkarya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
