“Sekarang kami harus menyingsingkan lengan baju dan mulai kembali bekerja dan mengerahkan segalanya demi menghadapi Urkaina pada pertandingan selanjutnya,” lanjutnya.
Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh pemain Inter Milan, Federico Dimarco yang dipanggil oleh Luciano Spalletti untuk memperkuat Gli Azzurri.
Menurutnya, Italia bermain sebagaimana mestinya hanya pada babak pertama, dan berantakan pada babak kedua.
“Kami menerapkan konsep yang kami persiapkan selama satu minggu, di mana pada babak pertama kami menguasai permainan. Namun, pada babak kedua kami benar-benar berhenti bermain,” ujar pemain Inter Milan itu.
“Itu tergantung kepada situasi permainan. Ketika Anda menguasai permainan dan Anda kebobolan dalam satu-satunya tembakan ke gawang. Itu semua tergantung kepada Anda,” lanjutnya.
Sementara itu, Bryan Cristante menegaskan bahwa Timnas Italia sebenarnya mengontrol permainan, tetapi ada pukulan telak yang harus diterima oleh Gli Azzurri.
Namun, pemain AS Roma itu memilih untuk melupakan hasil di Makedonia dan mempersiapkan laga selanjutnya, di mana Gli Azzuri akan menghadapi Ukraina di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Milan, Rabu 13 September 2023 dini hari WIB.
“Pada saat kami harus mengontrolnya, hasil ini jelas memberikan kami pukulan. Sekarang kami harus melihat ke depan. Ada pertandingan lain pada Selasa nanti dan kami harus memenangkannya,” ujar Cristante.
“Kami tampil baik, kami menciptakan banyak peluang. Anda tidak selalu berhasil. Namun, kami banyak menciptakan peluang. Anda hanya perlu memasukkan bola dan menutup laga terlebih dulu,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
