TNI Lanjutkan Proyek Jalan di Nduga Sambil Perang Lawan OPM

Anggota TNI melayat rekannya yang meninggal setelah baku tembak di Nduga, Papua.(ist)
Anggota TNI melayat rekannya yang meninggal setelah baku tembak di Nduga, Papua.(ist)

Terkini.id, Makassar – Meski sempat terlibat baku tembak dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap melanjutkan proyek Trans Papua yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya di daerah tersebut.

Sebelumnya, kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egainus Kogoya dan aparat TNI di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, kembali terjadi pada 7 Maret 2019 lalu.

Saat itu, 25 anggota TNI sedang melakukan pengamanan pembangunan infrastruktur Trans Papua, mendapat serangan dari sekitar 50-70 orang tentara TPNPB.

Akibat serangan tersebut, 3 orang prajurit TNI gugur yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

TNI sendiri memperkirakan ada sekitar 7 anggota TPNPB yang tewas kena tembak. Satu di antaranya mayatnya ditemukan TNI dan selebihnya dibawa pergi. Ada 5 pucuk senjata TPNPB yang diamankan TNI.

Lanjutkan Pembangunan Proyek

Proyek jalan di Papua.(Kementerian PUPR)

Dalam sepekan ke depan, setidaknya 600 prajurit TNI secara bertahap akan terus dikirim ke Nduga. Hal itu disampaikan juru bicara Kodam Cenderawasih, Kolonel Muhammad Aidi.

Dua batalyon tentara dari Kodam Wirabuana ditugaskan mengambil alih pengerjaan jembatan di Nduga yang mandek sejak kontak tembak besar, Desember 2018.

Sementara, para karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek tersebut dipulangkan.

“Tidak ada lagi karyawan Istaka Karya yang berani masuk, jadi TNI maju untuk melanjutkan,” ujar Aidi seperti dilansir dari bbc.

“Ada 21 proyek jembatan di Nduga, semuanya akan dikerjakan TNI. Tenaga ahli dari Istaka Karya dan PT Brantas Abdibraya, tapi operator tenaga berat dari kami,” tuturnya.

Aidi mengatakan, secara umum telah mencetak jalan-jalan baru di berbagai distrik di Nduga. Namun jalanan itu masih terputus karena puluhan jembatan urung berdiri.

Image caption Jalanan hasil proyek Trans Papua di Nduga diklaim belum tersambung karena pengerjaan puluhan jembatan tertunda.

Adapun pengerjaan proyek jembatan belum dapat dikebut dalam waktu dekat. Penyebabnya, penerjunan prajurit ke Nduga terhambat akses transportasi.

“Menambah pasukan di Papua jangan dibayangkan seperti di Jawa atau Sumatera, dikirim hari ini, hari itu juga sampai. Harus bertahap karena transportasi ke sana sangat terbatas.”

“Helikopter hanya bisa mengangkut beberapa orang, sedangkan kalau jalur darat lewat Wamena, kendaraan double cabin paling hanya muat enam orang,” kata Aidi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Gowa

Ratusan ASN Gowa Terima Satyalencana Karya Satya

Terkini.id,Gowa - Sebanyak 278 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menerima tanda penganugerahan kehormatan Satyalencana Karya Satya.Masing-masing yang menerima