Tomi Lebang Sebut Presiden Jokowi Keras Kepala

Jokowi
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). (foto: dennysiregar.com)

Terkini.id, Makassar – Penulis dan mantan wartawan, Tomi Lebang, membuat sebuah tulisan yang mengejutkan tentang sosok presiden Joko Widodo.

Dalam unggahan yang banyak dishare di media sosial tersebut, Tomi Lebang mengungkap sosok Joko Widodo sebagia seorang koppig alias keras kepala.

Berikut selengkapnya tulisan Tomi Lebang:

Koppig

Duduk di puncak singgasana, dengan telunjuk yang bisa mengharu-biru negeri, tak sulit bagi presiden untuk kaya sekaya-kayanya. Untuk hidup sentosa turun-temurun, bergenerasi-generasi.

Saya ingat petani cengkih yang dulu menjadi gambaran kemakmuran petani. Harga cengkih begitu tinggi, laris, petani sumringah. Di beberapa desa di Sulawesi yang tak terjangkau listrik, petani beli kulkas – perlambang orang kota. Listrik belum menjangkau desa, tapi kulkas sudah ada. Maka diisi baju dan celana.

Anak presiden yang gagah perkasa, Hutomo Mandala Putera, rupanya jadi tergiur. Pada 11 April 1992, ayahnya yang murah senyum, Presiden Soeharto, mengeluarkan Keputusan Presiden tentang Tata Niaga Cengkih. Keppres itu mengatur, petani harus menjual cengkihnya ke koperasi. Tapi koperasi hanya pengepul, seluruh cengkih harus dijual ke Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkih (BPPC) dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Lalu, semua pabrik rokok dalam negeri wajib membeli pasokan cengkih dari BPPC ini.

BPPC ini terdiri atas Induk KUD, BUMN PT Kerta Niaga dan satu dari swasta: PT Kembang Cengkih Nasional milik Tommy Soeharto. Sang pangeran jadi pemimpin BPPC – lembaga monopoli pengepul dan pemasaran cengkih Indonesia.

Sejak itu, petani menjerit. Harga cengkih anjlok. Ribuan petani meninggalkan kebun, beralih ke tanaman lain. Petani cengkih di Sulawesi Utara bahkan membakar lahannya. Sementara, BPPC untung dari selisih harga penjualan ke pabrik rokok diperkirakan sebesar Rp 1,4 Triliun – uang yang tak terkirakan banyaknya.

Saat ayahnya terjungkal di tahun 1998, BPPC dibubarkan dengan meninggalkan hutang di bank 325 juta dolar. Dalam hitungan sementara, negara dirugikan 3 Triliun Rupiah.

Tommy sempat jadi tersangka di Kejaksaan Agung. Lalu menguap….

Bukan cuma cengkih. Melihat banyaknya pesawat televisi yang dimiliki rakyat Indonesia, kakak Tommy, Sigit Harjojudanto juga tak tahan menenggak air liur. Pada tahun 1991, bersama pamannya Sudwikatmono ia membentuk perusahaan PT Mekatama Raya. Perusahaan ini mengumpulkan iuran televisi. Bayangkan: iuran televisi, sodara-sodara.

Setiap pemilik TV berwarna ditarik Rp3000 dan televisi hitam putih Rp1500 per bulan. Dengan jumlah televisi di seluruh Indonesia sekitar 12 juta – berwarna dan hitam-putih — lebih dari Rp 20 milyar diperoleh PT Mekatama Raya setahunnya.

Lalu giliran sang cucu, Ari Sigit – putra Sigit Harjojudanto. Botaknya mirip saya, tapi isinya beda hehe…. dia pandai melihat peluang bisnis.

Mungkin ia sering ke diskotik. Melihat banyaknya orang mabuk-mabukan dengan peredaran hampir 300 juta botol minuman keras golongan A setiap tahun di Indonesia, pada 20 April 1994 ia mendirikan PT Arbamass bersama kawannya Emir Baramuli. Perusahaan ini mencetak stiker untuk ditempelkan ke botol-botol minuman keras yang beredar. Arbamass dapat untung 90 rupiah per botol untuk minuman golongan A, dan 112,5 rupiah dari golongan B dan C.

Dari minuman beralkohol ini Ari Sigit memperoleh sedikitnya Rp 40 Miliar setiap tahun.

Dan banyak trik-trik lain …. berbekal surat ayah dan eyang presiden, sim salabim, semua jadi duit.

Duduk di tahta, di atas singgasana, begitu mudah menjadi super-kaya. Asal mau saja.

Ah, Jokowi, Jokowi …. kau ini lugu atau koppig? Sudah jadi presiden, anak sulung cuma jualan martabak di kampung. Dua anak lain cuma cengengesan. Tiada mainan. Tak ada bancakan.

Koppig kau, Tuan Presiden. Keras kepala kau….

— Tebet, 8 Desember 2015

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Harga Tiket

KITA senang kalau ada persaingan. Khususnya di dunia penerbangan. Harga tiket bisa murah. Bisa banting-bantingan. Seperti kapan itu. Make everybody fly.Berita sedihnya: Malaysia Airlines
Opini

White Supremacy dan Ancaman Global

Terkini.id - Dalam seminggu ini dunia menyaksikan “madness” (kegilaan) yang tidak terkontrol. Saya katakan demikian karena di saat dunia masih berbelasungkawa atas sebuah musibah,
Opini

Opini: Milenial Menuju Pilpres 2019

TAHUN 2019 disebut-disebut sebagai tahun politik di kalangan masyarakat indonesia, bagaimana tidak Tahun 2019 ini Indonesia akan menghelat pesta demokrasi terakbar yaitu pemilihan presiden
Opini

Debat M&S

JANTUNG saya deg-degan. Saat debat cawapres memasuki babak sepertiga terakhir. Tiba-tiba gawang Liverpool kebobolan. Saat lawan Fulham kemarin malam. Di menit ke 74. Kok
Opini

Berlusconi

PENARI perut itu sakit perut. Lalu dibawa ke rumah sakit. Meninggal dunia tanggal 1 Maret lalu. Selama sebulan perawatan tidak ditemukan penyakit apa pun.Kemarin
Opini

Hello Brother

LELAKI surga itu bernama Daoud Nabi. Usianya 71 tahun. Seorang imigran Afghanistan yang melarikan diri dari hari-hari mengerikan di negara asalnya untuk menemukan kedamaian
Opini

Dimensi lain Gerakan Mahasiswa

Terkini.id,Makassar - Sepak terjangan gerakan mahasiswa menjadi kisah klasik yang terukir dalam lembar sejarah  kemahasiswaan, kiranya wajib hukumnya untuk para mahasiswa baik yang baru
Opini

Debat Pilpres

Menarikkah debat calon wakil presiden nanti malam?Kalau topik debatnya bisa diubah tentu kejadian di Selandia Baru lebih aktual. Juga sangat mendasar. Bagaimana seorang teroris
Opini

Independen

SAYA ke Solo Kamis lalu. Berhadapan dengan milenial Islam. Yang lagi sekolah di SMA IT Nur Hidayah. Mereka mengadakan acara ENHAVAGANSA. Untuk ke delapan
Opini

Boeing 737 MAX 8

ADA berita menarik tapi tidak penting: pesawat Saudi balik ke landasan.Ada berita penting tapi juga menarik: jatuhnya pesawat Ethiopia.Yang di Saudi Arabia itu benar-benar