Terkini.id, Makassar – Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang, mengaku bahwa beberapa tahun terakhir pendapatan terbesar perusahaan datang dari Terminal Petikemas Makassar (TPM). Dari total pendapatan, hampir 16 persen berasal dari TPM.
Hal itu ia sampaikan di sela-sela kegiatan peresmian peningkatan pelayanan TPM yang berlangsung di Kantor Terminal Petikemas Makassar, Jalan Nusantara, Rabu, 18 Desember 2019.
“Kami bangga dengan inovasi yang dilakukan TPM,” kata dia.
Dari tahun 2018, peningkatan kinerja Pelindo IV dari biaya laba usaha sebesar 46 persen. Meskipun, kata dia, pihaknya menarget anggaran yang besar.
“Yang paling penting biaya bisa efisien, tahun ini Pelindo IV hampir 300 miliar efisien dari pendapatan,” paparnya.
- Dukung Implementasi B50, Pelindo Marine Amankan Distribusi FAME di Pelabuhan Tanjung Perak
- Wujudkan Kepedulian Sosial, Pelindo dan PJM Gelar Doa Bersama dan Satunan Anak Yatim di Samarinda
- Perkuat Posisi di Selat Malaka, Pelindo Gelar Soft Launching NTAA di Perairan Nipa
- Sinergi Pelindo-Pemkot Makassar Dorong Modernisasi Kawasan Pelabuhan
- Pelindo Regional 4 Siagakan 20 Terminal Penumpang di Indonesia Timur Sambut Arus Mudik Lebaran 2026
General Manager Terminal Petikemas Makassar atau GM TPM Pelindo IV Josep Beny Rohy mengatakan, tahun lalu, pihaknya menghadapi begitu banyak kegiatan sehingga terjadi delay keberangkatan kapal dan bongkar-muat peti kemas.
“Tahun ini bisa mengurai kepadatan kapal yang sandar maupun hambatan bongkar muat,” kata dia di Kantor Petikemas Makassar, Jalan
Dalam mengurai kepadatan kapal, Josep mengaku juga ditopang dengan adanya Makassar New Port. Ia bercerita, setiap akhir tahun TPM mengalami kepadatan kapan dan bongkar muat.
“Permasalahan itu telah kita selesaikan dengan melakukan perubahan melalui beberapa program inovasi,” paparnya.
Menurut dia, TPM sebagai pintu gerbang Indonesia Timur mesti dapat mendistribusikan dengan cepat kegiatan kapal dan barang.
Ia berharap, tahun depan, peti kemas dapat tumbuh 10 persen.
Berikut beberapa program inovasi TPM Pelindo IV:
1. Elektrifikasi (cc) merupakan terobosan dalam memberi peningkatan pelayanan dan mampu mengurangi emisi gas buang. Selain itu, ia juga berfungsi mendeteksi waktu antrian kapal saat akan masuk.
2. Penambahan RTG untuk memaksimalkan produktivitas pelabuhan dalam rangka menyukseskan Proyek Strategis Nasional.
3. Shore Connection merupakan solusi penghematan energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor maritim.
Dengan penerapan shore power connection, kapal-kapal yang sandar di pelabuhan bisa langsung mematikan mesin sekalipun masih butuh penerangan di dalam lambung kapal.
4. Id Card System digunakan untuk menyeleksi pihak yabg hendak masuk area TPM. Pihak yang tidak berkepentingan sudah terseleksi sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.
5. Dilengkapi kurang lebih 75 CCTV, hal itu untuk memantau hal-hal detail dalam ruangan. Termasuk mengawasi terjadinya pungsi di area TPM.
6. Saai ini Loket TPM telah menggunakan standar pelayanan yang bertaraf internasional.
7. Berthing light yaitu memberi penanda bagi kapal yang akan bersandar sehingga fasilitas yang ada di dermaga bisa terjaga dengan aman.
8. VTIS merupakan teknologi yang memberi informasi terhadap kapal yang telah terdaftar dan bersandar di Petikemas Makassar, secara berkala teknologi tersebut mampu mendeteksi tahu sisa muat kapal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
