UAS Tolak Divaksin Jika Mesir Tak Pakai, Ferdinand Hutahaean: Kalau Tertular Tinggal Berobat Sendiri

UAS Tolak Divaksin Jika Mesir Tak Pakai, Ferdinand Hutahaean: Kalau Tertular Tinggal Berobat Sendiri

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari soal pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menolak divaksin apabila dua negara Islam yakni Arab Saudi dan Mesir tidak memakai vaksin tersebut.

Lewat cuitannya di Twitter FerdinandHaean3, Minggu 20 Desember 2020, Ferdinand Hutahaean mengatakan tidak masalah jika UAS tak bersedia divaksin.

“Sebetulnya tidak masalah juga bagi kami yang bersedia divaksin ini kalau UAS tidak bersedia divaksin,” cuit Ferdinand.

“Toh kalau kami sudah kebal karena vaksin, kami akan selamat dari pandemi ini,” sambungnya.

Menurutnya, kalau suatu saat Ustadz Abdul Somad tertular COVID-19 maka hal itu juga tak jadi masalah bagi orang-orang yang sudah divaksin.

Baca Juga

Ia pun meminta UAS agar berobat sendiri tanpa memakai vaksin jika suatu saat ikut terpapar COVID-19.

“Dan kalau UAS satu saat tertular, itu tak masalah bagi kami, tinggal UAS berobat sendiri nanti!! Tul ngga?,” ujarnya.

Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga membagikan video pernyataan UAS terkait vaksin COVID-19 yang diunggah oleh pengguna Twitter Riu The Voice Of Commoners.

Dilihat dari tayangan video tersebut, awalnya UAS mengatakan bahwa dirinya tak menolak untuk menjadi orang yang pertama divaksin.

Namun, ia bersedia divaksin pertama asalkan dua negara Islam yakni Arab Saudi dan Mesir juga memakai vaksin itu.

“Kalau vaksin itu nanti dipakai oleh seluruh dunia, Saudi Arabia memakai, Mesir memakai, maka saya yang pertama kali suntik vaksin itu,” ujar Ustadz Abdul Somad dalam video itu.

Tetapi, kata UAS, apabila Arab Saudi dan Mesir tidak memakai vaksin itu dan hanya Indonesia yang pakai, maka dengan tegas ia menolak.

“Tapi kalau Saudi Arabia tidak (memakai), Mesir tidak, Indonesia saja, saya menolak vaksin itu,” tegasnya.

UAS pun mengungkapkan bahwa dirinya berpatokan dengan Arab Saudi dan Mesir lantaran kedua negara tersebut merupakan tempatnya menimba ilmu agama.

“Kenapa patokan saya Saudi Arabia dan Mesir? Karena Mesir tempat saya belajar, di sana kumpul ulama-ulama. Jadi saya ikut fatwa guru-guru kami di Al-Azhar,” ungkapnya.

Adapun jika nantinya vaksin itu dipakai oleh kedua negara tersebut, maka ia yang akan langsung mengajak masyarakat untuk ikut divaksin.

“Jika nanti vaksin itu sudah dipakai di Mesir, maka saya yang akan mengajak masyarakat,” tuturnya.

Tapi, kata UAS, jika kedua negara itu tidak memakai vaksin tersebut maka dirinya dengan tegas menolak untuk divaksin pertama.

“Tapi kalau di Mesir tidak dipakai, di Saudi Arabia tidak dipakai, hanya kita jadi bahan kelinci percobaan, saya yang menolak pertama disuntik vaksin itu,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.