Ustadz Ali Mustafa Singgung Keras Injil, Netizen: Stop Ustadkan Kadrun

Ustadz Ali Mustafa Singgung Keras Injil, Netizen: Stop Ustadkan Kadrun

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Video ceramah lawas dari pendakwah Ustadz Ali Mustafa yang menyebut kitab Injil mengajarkan sifat hewan kepada umat Kristen, menuai kegeraman publik tak terkecuali warganet.

Adapun video ceramah Ustadz Ali Mustafa singgung keras kitab Injil itu diunggah oleh kanal YouTube Didit Yuli dengan judul ‘Mantan Pastor Lulusan Vatican (Ust. Ali Mustafa) Ngibul Tingkat Dewa. Ada Matius 40 Surah 39, dll’, seperti dilihat pada Sabtu 14 Mei 2022.

Terkait hal itu, netizen di media sosial pun memviralkan pernyataan Ali Mustafa tersebut yang dinilai telah menghina kitab suci umat Kristen.

Salah satu netizen yang membagikan foto tangkapan layar artikel pemberitaan terkait pernyataan Ustadz Ali Mustafa singgung keras Injil itu, yakni pengguna Twitter Tukangrosok_.

“Ustadz ini gak ngaca apa ya,” cuit sang netizen sembari menyertakan foto tangkapan layar artikel pemberitaan berjudul ‘Waduh, Ustadz Ali Mustafa Sebut Injil Ajarkan Sifat Hewan: Masuk Agama Kristen Untuk Jadi Binatang!’.

Baca Juga

Warganet lainnya yang juga ikut menanggapi pernyataan Ustadz Ali Mustafa itu yakni pengguna akun Cokro_ks. Ia meminta umat agar berhenti menyebut penceramah itu sebagai ustadz.

“Stop ustadkan kadrun,” kata netizen Cokro_ks.

Ustadz Ali Mustafa Singgung Keras Injil, Netizen: Stop Ustadkan Kadrun

Dilihat dari video ceramah Ustadz Ali Mustafa itu, awalnya Ali mengaku pernah berdebat dengan salah satu pendeta yang pernah beragama Islam. Ia pun mengaku memenangkan debat pada waktu itu.

Dalam perdebatan itu, ia menanyakan ke pendeta tersebut apakah Injil mengajarkan dia seperti hewan atau tidak.

“Menurut anda dan menurut penelitian dan analisa anda, apakah kitab ini mengajarkan anda seperti hewan?!,” ujar Ustadz Ali Mustafa.

Ustadz Ali Mustafa pun kemudian mengutarakan pendapatnya bahwa kitab injil mengajarkan hubungan tanpa tali pernikahan atau bebas asal tidak merugikan. Menurutnya, hal itu merupakan sifat binatang.

“Apakah kita diajar dengan sifat manusia atau binatang? binatang! kita tidak melalui tali pernikahan dan kita dianggap bebas. Hewan juga melakukan bebas tanpa merugikan orang lain, tanpa merugikan hewan-hewan lain. Jadi saya bilang anda masuk agama itu hanya mau jadi binatang bukan mau jadi manusia!,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.