Utang Rp1,2 Triliun Ancol Cuma Akal-akalan, Arief Puyuono: Anies Sudah Kelar 2022, Nanti Jadi Beban Buat Penggantinya

Utang Rp1,2 Triliun Ancol Cuma Akal-akalan, Arief Puyuono: Anies Sudah Kelar 2022, Nanti Jadi Beban Buat Penggantinya

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pinjaman Rp1,2 Triliun pengelola Jaya Ancol ke Bank DKI terus menuai sorotan. Pinjaman ini diajukan saat sedang ramai sorotan terhadap event Formula E yang akan digelar di kawasan Ancol.

Pinjaman itu pun ikut disoroti politikus Partai Gerindra, Arief Puyuono. Menurut dia, pinjaman Rp1,2 triliun Ancol itu cuma akal akalan.

Arief mengaku khawatir itu akan menjadi beban untuk Pemprov DKI selanjutnya setelah masa jabatan Anies Baswedan berakhir.

“Katanya Jakpro mau nyewa lahan Ancol utk Formula E, trus Pengelola Ancol Pinjam duit 1,2 T untuk bangun sirkuit Ancol trus disewakan & sistim bagi hasil dengan Jakpro, dari jual tiket . Ini mah cuma mau ngakalin kali ya … abunawas ini namanya,” tulis Arief.

Dia pun mengingatkan, bahwa jabatan Anies Baswedan akan berakhir tahun 2022.

Baca Juga

“awas 2022 ini @aniesbaswedan kelar masa jabatannya, jangan sampai jadi beban buat Penggantinya, jangan sampai manajemen Jakpro dan Ancol nanti ngeringkuk di Sel Kejaksaan,” ungkap Arief Puyuono.

Sebelumnya, pihak Jaya Ancol menyampaikan , pinjaman tersebut tidak terkait dengan Formula E.

Berdasarkan laporan di keterbukaan informasi BEI, Minggu 2 Januari 2022, terlihat Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mendapatkan pinjaman Rp905 miliar dari Bank DKI. 

Sebagian besar dana pinjaman akan digunakan untuk pelunasan refinancing obligasi yang akan jatuh tempo pada Februari 2022.

Rinciannya, nilai kredit Rp389 miliar untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dengan jangka waktu kredit 1 tahun untuk modal kerja (roll over setiap tahun), status kredit sudah tanda tangan pada 16 September 2021.

Kemudian nilai kredit Rp516 miliar untuk jenis Kredit Investasi (KI) dengan jangka waktu kredit 9 tahun yang digunakan untuk Refinancing Obligasi PUB II Tahap 2 Seri A sebesar Rp516 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan Februari 2022.

Direksi menjelaskan bahwa pinjaman tersebut didesain secara club deal antara Bank DKI dan lenders lain, namun dalam diskusi dengan para lenders maka Bank DKI akan menyerap dahulu porsi pembiayaan Kredit Investasi Rp516 miliar yang bisa di sell down ke lenders lainnya.

Alasan Bank DKI ikut dalam club deal ini karena, sudah terjalin kerja sama yang cukup lama dengan Bank DKI, Bank DKI menawarkan struktur pinjaman jangka panjang dengan suku bunga yang kompetitif, kolaborasi dalam bidang pemasaran digital, dan bagian dari sinergi BUMD.

Selanjutnya PJAA menjelaskan soal kemampuan bayar Perseroan terhadap pelunasan Obligasi yang akan jatuh tempo pada Februari 2022. Penjelasan PJAA yaitu Refinancing ini dilakukan perusahaan dalam rangka reprofiling hutang jangka pendek menjadi jangka panjang sehingga akan memperkuat cashflow jangka panjang yang lebih stabil. (RAMA)

Ancol Tegaskan Tak Ada Pinjaman untuk Formula E

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali sebelumnya memastikan tidak ada anggaran dari pinjaman Bank DKI untuk pembangunan infrastruktur Formula E. Lahan yang akan digunakan dalam ajang balap mobil listrik itu akan disewa PT Jakarta Propertindo (JakPro).

“Dana untuk Formula E dilakukan oleh JakPro. Kita hanya lahan dan sistemnya B2B (business to business). JakPro akan menyewa ke kita. Kemudian ada mekanisme ticketing, bagi hasil, dan sebagainya,” kata Sahir dalam rapat Komisi B DPRD, Selasa (28/12Advertisement

“Jadi yang perlu kami tegaskan sekali lagi ke Pak Pras dan bapak ibu semuanya, bahwa kita komitmen tidak memakai dana (dana pinjaman) untuk Formula E,” tegasnya.

Dia menuturkan, jumlah pengunjung Ancol menurun drastis akibat pandemi Covid-19. Ketiadaan pengunjung itu kemudian berdampak langsung terhadap keuangan destinasi wisata favorit di Jakarta itu.

Untuk itu, imbuh Sahir, Ancol melakukan pinjaman kepada Bank DKI untuk kegiatan operasional sekaligus mengatur cash flow perusahaan.

Untuk periode 2022-2023, Sahir menyebutkan rencana pinjaman dari Bank DKI akan digunakan untuk revitalisasi dan inovasi Ancol. Nilainya mencapai Rp334 miliar.

“Namun angka Rp334 miliar masih dalam tahap kajian di kita,” kata dia dikutip dari merdekacom.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.