Terkini.id, Jakarta – Hari Raya Idul Adha sebentar lagi. Apa yang terpikir olehmu ketika mendengar hari raya satu ini? Tentu saja perihal hewan kurban, bukan?
Ya, Hari Raya Idul adha memang identik dengan hewan kurban sebagai salah satu perayaan yang ditunggu-tunggu umat Muslim.
Dalam sebuah riwayat bahkan dikatakan bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat kelak bagi mereka yang berkurban hewan pada Idul Adha.
Katanya, hewan kurban tersebut bakal datang sebagai kendaraan di hari kiamat melewati jembatan yang menentukan jalan surga atau neraka.
Lantas benarkah hal tersebut? Begini penjelasan lengkap UAH alias Ustaz Adi Hidayat yang dimuat dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Adi Hidayat Official, sebagaimana dilansir terkini.id dari Media Blitar pada Minggu, 18 Juli 2021.
- Abu Janda Semprot UAH Orang Bodoh Penyebar Hoax Soal Klaim Kapitan Pattimura Seorang Muslim
- Sindir UAH Soal Nama Asli Pattimura, Guntur Romli: Cuma Nama Orang, Surga Aja Dia Klaim Buat Jualan Pilpres
- UAH ke Prabowo: Saya Akan Gandeng Tangan Bapak ke Surga
- UAH Sebut Nama Asli Kapiten Pattimura adalah Ahmad Lussy, Uki Beri Sindiran Menohok
- UAH Sebut Nama Asli Pattimura adalah Ahmad Lussy, Ayang Utriza Bantah: Dia Protestan Taat
Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa riwayat yang menyebutkan keutamaan hewan kurban sebagai kendaraaan di akhirat tersebut ternyata dinilai oleh sebagian besar ulama sebagai riwayat yang lemah dan bermasalah.
Menurutnya, hampir seluruh riwayat keutamaan penyembelihan yang berlebihan tidak memiliki kekuatan alias lemah.
Meskipun melihat bahwa riwayat keutamaan hewan kurban sebagai kendaraan di akhirat lemah, tetapi rupanya ada pula beberapa ulama yang beropini bahwa bisa jadi riwayat tentang ‘kendaraan’ yang disebutkan hanyalah sebuah majas atau kiasan.
Artinya, semakin baik hewan kurban, maka semakin besar pahalanya. Nah, jikalau pahalanya semakin besar, maka akan memudahkan kelak di akhirat.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat memberi contoh kisah kurban dua anak Nabi Adam. Pada saat itu, kurban yang diterima oleh Allah SWT adalah kurban terbaik.
Hal ini kemudian menjadi contoh agar umat Muslim dalam berkurban dengan hewan yang memiliki kualitas terbaik, bukan justru memilih yang paling jelek.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menutup penjelasannya dengan mengingatkan agar tidak bersandar pada riwayat kendaraaan hewan kurban karena hadisnya lemah, bahkan kemungkinan besar palsu.
Kendati demikian, boleh memaknai ‘kendaraaan’ sebagai kiasan amal kurban yang kelak semoga saja mempermudah kita saat melewati jembatan di akhirat dan memperberat timbangan pahala. Wallahu a’lam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
