Wajib Tahu! Ini Syarat Naik Pesawat dan Kereta Api Tanpa Aplikasi PeduliLindungi

Terkini.id, Jakarta – Wajib tahu! Ini syarat naik pesawat dan kereta api tanpa aplikasi PeduliLindungi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bakal manjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi dapat diakses pada aplikasi-aplikasi lain, terhitung resmi dimulai Oktober 2021. Hal tersebut dijelaskan Chief Digital Transformation Officer Kemenkes Setiaji dalam keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Jumat 24 September 2021 lalu.

Ia memaparkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, dan Link Aja, bahkan aplikasi dari Pemprov DKI Jakarta, Jaki.

Sehingga, menurut Setiaji, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi-aplikasi yang disebutkannya tadi.

Baca Juga: Ojek Pinisi Dukung UMKM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Serta Buka...

“Ini akan launching pada Oktober (2021) ini. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses setiap orang,” imbuhnya.

Seperti dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Rabu 29 September 2021, Setiaji selanjutnya mengatakan masyarakat yang tidak memiliki smartphone dan akan bepergian dengan moda transportasi udara maupun kereta api (KA), tetap dapat teridentifikasi status hasil tes swab PCR, antigen, maupun sertifikat vaksinnya.

Baca Juga: Jadi Solusi Bisnis, Ini Keuntungan Hybrid Marketing di Era Digital

Status tersebut sendiri bisa diketahui melalui nomor induk kependudukan (NIK) ketika membeli tiket.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kami integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi, yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” beber Setiaji.

Lalu, apa saja sih syarat naik kereta api dan pesawat untuk saat ini?

Baca Juga: Jadi Solusi Bisnis, Ini Keuntungan Hybrid Marketing di Era Digital

Untuk syarat naik kereta api, seperti dilansir dari kompascom pada 14 September 2021 lalu, persyaratan naik KA jarak jauh berbeda ketimbang syarat naik KA lokal, sehingga penting untuk mencermati apa saja syarat perjalanan menggunakan KA.

Vice President (VP) Public Relatios KAI Joni Martinus menjelaskan, untuk naik KA jarak jauh pelanggan diharuskan sudah divaksin minimal dosis pertama.

Selain itu, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal dua kali 24 jam atau rapid test antigen maksimal satu kali 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Sementara itu, untuk KA lokal penumpang juga diharuskan untuk sudah divaksin minimal dosis pertama. Untuk dokumen seperti Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat tugas, atau surat keterangan lainnya sama sekali sudah tidak lagi menjadi syarat untuk naik KA lokal.

Adapun VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menambahkan, penumpang kereta rel listrik (KRL) juga diminta memperlihatkan sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama kepada petugas di stasiun.

Sertifikat vaksin dapat diperlihatkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi secara fisik (dicetak) atau secara digital dalam bentuk file foto.

Selain itu, petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya untuk dicocokkan sama sertifikat vaksin.

Sementara itu, untuk syarat naik pesawat prosedur kedatangan penumpang pesawat tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 74 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri dengan Transportasi Udara.

Aturan ini berlaku bagi berstatus warga negara asing (WNA), warga negara Indonesia (WNI), pekerja migran asal Indonesia, awak pesawat penumpang maupun kargo, dan personel penerbangan yang akan masuk ke Indonesia.

Di antaranya, syarat perjalanan penumpang pesawat internasional:

Setiap pelaku perjalanan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan atau masuk ke wilayah Indonesia.

Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk (entry point) bandara diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penumpang WNI dan WNA dari luar negeri harus menunjukkan hasil negatif melalui tes Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari negara asal keberangkatan, yang pengambilan sampelnya dilakukan dalam kurun waktu maksimal tiga kali 24 jam.

Ini sebelum keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan serta mengisi e-HAC Internasional Indonesia melalui aplikasi PeduliLindungi atau secara manual pada negara asal keberangkatan.

Khusus bagi penumpang WNA juga diwajibkan menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan dalam melakukan karantina maupun perawatan Covid-19 selama di Indonesia.

Terkait aturan penumpang pesawat domestik, yaitu untuk perjalanan pesawat domestik diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021 dan Nomor 44 Tahun 2021.

Berikut syarat perjalanan penumpang pesawat domestik:

Menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. Perjalanan dengan pesawat udara antarkota atau kabupaten di dalam Jawa-Bali bisa menunjukkan hasil negatif antigen H-1 sebelum keberangkatan dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua.

Atau,  juga bisa menunjukkan hasil negatif PCR H-2 keberangkatan jika baru memperoleh vaksin dosis pertama.

Ketentuan karantina penumpang:

Penumpang pesawat yang melakukan perjalanan internasional diwajibkan untuk menjalani masa karantina sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Ketentuan karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia sebagai berikut:

Waktu karantina. Pada saat penumpang baru datang ke Indonesia dari perjalanan internasional, maka perlu menjalani tes ulang RT-PCR bagi penumpang WNI dan WNA. Setelah itu, pelaku perjalanan internasional diwajibkan menjalani karantina selama delapan kali 24 jam.

Biaya karantina. Bagi WNI yang merupakan pekerja migran, pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri, biaya karantina/perawatan ditanggung pemerintah.

Sementara itu, bagi penumpang WNI di luar kriteria tersebut dan WNA termasuk diplomat asing, di luar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing, menjalani karantina/perawatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.

Tes RT-PCR ulang. Penumpang WNI dan WNA melakukan tes ulang RT-PCR pada hari ketujuh karantina. Apabila hasil tes ulang RT-PCR tersebut menunjukkan hasil negatif, setelah dilakukan karantina selama delapan kali 24 jam, penumpang WNI dan WNA dapat dinyatakan selesai menjalani karantina.

Setelah itu, diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan diimbau untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) terkait Covid-19.

Bagikan