Makassar Terkini
Masuk

Wali Kota Makassar Marah, Lurah Bonto Biraeng Tebas Pohon untuk Kontainer

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto marah lantaran banyak lurah yang salah menempatkan kontainer.

Pengadaan kontainer tersebut masuk dalam program Makassar Recover yang berfungsi sebagai pusat kesehatan. Selain itu sebagai tempat pemeriksaan GeNose.

Tiap kelurahan bakal dibekali satu kontainer khusus dalam rangka penanganan Covid-19. Hanya saja, upaya ini dinilai akan menimbulkan persoalan baru.

Salah satunya, terjadi pada kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang yang menebang pohon untuk menyimpan kontainer.

“Ini banyak salah-salah tempatnya. Saya marah-marah tapi saya sudah tugasi pak Sekda kau yang pusingi ini,” kata Danny Pomanto, Rabu, 1 September 2021.

Menurutnya, lurah tersebut malas mencari tempat sehingga mencari jalan pintas dengan menebang pohon secara serampangan.

Soal dugaan tak adanya tempat untuk menampung kontainer, Danny mengatakan seharusnya lurah mencari.

“Cari, malas mencari itu semua. Kalau tidak ada tempat ya bicara, jangan merusak. Lebih bagus mencari tempat lain daripada memaksa keadaan seperti itu lebih merusak itu barang,” tegasnya.

Apalagi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Makassar masih kurang. “Pokoknya saya marah-marah tadi di WA itu,” pungkasnya.

Di sisi lain, Danny mengatakan GeNose baru bisa beroperasi setelah kontainer rampung di tiap kelurahan.

“Jadi kalau genose ini tinggal pemeliharaan. Kita tidak akan tambah plastiknya karena plastiknya itu cukup mahal, murah plastiknya cuma dikali banyak,” tuturnya.

Danny mengatakan bakal mengalihkan GeNose pada screening TB paru-paru. Ia mengatakan fungsi GeNose pada dasarnya untuk mengecek kesehatan paru-paru.

“Kalau masih ada CT scan ini untuk paru-paru. Jadi ini untuk semua paru-paru, apalagi kita TB no 2 di dunia. Makanya kita pakai ini, berkah juga kita pakai ini. Kalau tidak kita tidak bisa beli itu barang-barang,” ungkapnya.

Sementara, Camat Mamajang Edwar Supriawan membenarkan adanya penebangan pohon liar. Ia mengatakan sudah menegur lurah yang bersangkutan.

“Iye betul (penebangan pohon), tapi sudah diarahkan oleh DLH untuk membuat kembali taman tersebut. Saya kurang tau apa camat yang lalu koordinasi dengan DLH ye. Saya coba tanyakan sama lurah yang bersangkutan karena kebetulan bukan kami camatnya waktu penebangan pohon,” tuturnya.

Terpisah, Ahli Kesehatan Lingkungan FKM Unhas Prof Anwar Daud mengaku keberatan terhadap aksi petugas kelurahan tersebut.

“Tidak boleh itu menebang pohon, apalagi di Makassar masih sedikit RTH,” kata Anwar.

Dia menyarankan, seharusnya pihak kelurahan mencari tempat lain dengan tidak menebang pohon. Tidak boleh sembarangan menebang pohon. Ia mengatakan seharusnya ada izin dari DLH untuk penebangan.

“Bisa dikenakan denda dengan menanam kembali pohon yang sudah ditebang,” ujarnya.

Dengan kekeliruan itu, ia mendorong Wali Kota Makassar agar tegas terhadap bawahannya.

“Apa tindakan wali kota? Kalau lurah seperti itu maka dipecat saja. Kan yang mengangkat lurah juga wali kota. Jika tidak mendengarkan arahan atasan buat apa dipertahankan jadi lurah? Jika kota mau bagus maka harus tegas kalau tidak bakal seperti begini saja,” ungkapnya.