Terkini, Jeneponto – Rusli (40) warga Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Intan Jaya, Pimpinan Undius Kogoya.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Intan Jaya, Pimpinan Undius Kogoya menembak mati Rusli dan membakarnya bersama mobilnya di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa 11 Juni 2024.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Faizal Ramadhani, yang membenarkan peristiwa tersebut.
“Penembakan dan pembakaran terjadi di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.Pelaku penembakan dan pembakaran ini adalah KKB Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya yang selama ini melakukan aksi kriminal di Kabupaten Paniai,” kata Faizal dalam keterangannya di beberapa media.
Identitas korban penembakan dan pembakaran yang terjadi di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah disampaikan oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Bayu Suseno.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
“Korban penembakan bernama Rusli (40) warga kompleks terminal, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai,” ungkap Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Bayu Suseno.
Sesuai informasi yang diterima, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Bayu Suseno mengatakan, penembakan terjadi pukul 13.30 WIT.
“Masyarakat yang datang dari arah Kampung Enarotali hendak ke Kampung Kopo, Distrik Paniai Timur, melihat mobil dalam keadaan terbakar. Sopirnya dalam keadaan tersungkur dalam mobil serta terdengar bunyi suara tembakan,” terangnya.
Jenazah korban penembakan KKB dievakuasi oleh Satgas Ops Damai Caretnz dan Brimob Batalyon C Polda Papua.
Sementara, Keluarga korban berharap foto dan video saat kejadian penembakan agar tidak di sebarkan luaskan.
“Kami harap foto-foto dan video kejadian untuk tidak disebar, di share ke media sosial dan dijadikan bahan tontonan, itu sangat menyayat kalbu, kasihan anak-anaknya dan istrinya, mereka sudah sangat terpuruk dengn berita ini, mari kita sama-sama mendoakannya, semoga kita semua diberi ketabahan atas musibah,” kata keluarga almarhum Rusli.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
