WHO Bawa Kabar Baru soal Covid-19, Warga Dunia Diwanti-wanti Begini!

Terkini.id, JenewaWHO bawa kabar baru soal Covid-19, warga dunia diwanti-wanti begini! Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkapkan, novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih jauh dari kata selesai. Oleh karena itu, semua warga bumi diminta tidak menganggap ringan virus tersebut, apalagi varian Omicron.

“Pandemi ini belum berakhir,” terang Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan dari kantor pusat WHO di Jenewa, Selasa 18 Januari 2022.

Hal senada juga dikatakan Direktur Darurat WHO Michael Ryan. Menurutnya, Omicron menyebabkan rawat inap dan kematian, bahkan kasus yang tidak terlalu parah bisa membanjiri fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Pamer Strategi Gotong Royong Tangani Covid 19, Jokowi: Tidak Ada...

“Omicron mungkin kurang parah, rata-rata, tetapi narasi (yang mengatakan) itu adalah penyakit ringan adalah menyesatkan,” imbuh Ryan.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus secara eksponensial terlepas dari tingkat keparahan varian individu, mengarah pada peningkatan rawat inap dan kematian yang tak terhindarkan.

Baca Juga: Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara...

Kendati demikian, seperti dilansir dari CNBCIndonesia.com, Rabu 19 Januari 2022, lembaga itu sedikit membawa kabar melegakan. WHO percaya masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakhiri ‘darurat kesehatan’ di 2022 ini.

Berbicara dalam kesempatan berbeda di pertemuan Davos secara virtual di hari yang sama, WHO mengatakan sejumlah hal memberikan sinyal tahun ini akan jadi titik balik pandemi. Artinya, pandemi bisa berubah menjadi virus endemik.

Dijelaskan, endemik adalah wabah penyakit yang secara konsisten ada tetapi terbatas pada wilayah tertentu. Seperti halnya sejumlah penyakit seperti malaria dan HIV.

Baca Juga: Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara...

“Kita tidak akan mengakhiri virus tahun ini, kita tidak akan pernah bisa mengakhiri virus. Namun yang dapat kita akhiri adalah ‘darurat kesehatan masyarakat’,” beber Ryan.

 Ia menguraikan, endemik tidak berarti ‘baik’, itu hanya berarti ‘di sini selamanya’.

“Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tidak ada yang harus mati,” kata Ryan.

Menurutnya, itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan pihaknya.

“Itulah akhir dari pandemi,” imbuh Ryan.

Berdasarkan Worldometers, sejak pandemi terjadi ada 334.651.611 warga dunia terinfeksi dengan 5.572.206 jumlah kematian. Kendati begitu, ada 27-.580.379 orang sembuh.

Bagikan