Terkini.id, Makassar – Yayasan Hadji Kalla (YHK) tengah menjalankan program Pesantren Mandiri 2022. Di dalamnya terdapat bantuan produktif yang akan dikelola hingga nantinya diharapkan bisa membuat pesantren bisa mandiri secara ekonomi.
Program tersebut dijalankan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, yaitu Bone, Soppeng, Sidrap dan Gowa.
Tim YHK pun telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di tiga pesantren, yaitu Pesantren Pesantren Al Irsyad DDI Pattojo Soppeng, Pesantren Al Wahid Sidrap dan Ponpes Tahfidzul Quran Baytul Mukarromah Mabbarakka Bone, Jumat, 9 Desember 2022.
“Bantuan produktif ini diberikan oleh Yayasan Hadji Kalla untuk memberikan stimulus kepada lembaga yang dibantu agar bisa menjadi lebih produktif dan bisa mendapatkan pemasukan yang dikelola secara mandiri yang nantinya diharapkan bisa membuat pesantren bisa mandiri dan berdikari secara ekonomi,” ungkap Salman Febriyansyah, Program Manager Islamic Care Yayasan Hadji Kalla.
Ia menjelaskan, dari ketiga lembaga yang dibantu tersebut, semuanya telah menunjukkan progres yang baik dan signifikan dari usaha mandiri yang dirintis masing-masing pesantren.
- Jangkau 60 Daerah di 4 Provinsi, YHK Bagikan Paket Sembako Idulfitri untuk Warga Duafa
- 512 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Yayasan Hadji Kalla Selama 2022
- YHK-KKMI Bersinergi Tingkatkan Akreditasi Madrasah
- Yayasan Hadji Kalla Berbagi Paket Iftar ke Masyarakat Duafa di 75 Masjid Kota Makassar
- Yayasan Hadji Kalla Gelar Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Tiga Kabupaten
Ponpes Al-Irsyad DDI Pattojo dan Ponpes Al-Wahid misalnya. Kedua pesantren ini membuat usaha minimarket untuk santrinya.
Usaha tersebut dipilih karena pengelolaannya yang sederhana dan tentunya progresif karena telah memiliki konsumen tetap, yakni santri di internal pesantren.
“Lewat program ini, kita bisa terus memberikan stimulus kepada lembaga yang tentu manfaatnya berkelanjutan. Maka dengan membagikan ilmu dan skil lewat pelatihan usaha, para penerima manfaat bisa semakin kuat dan mandiri secara ekonomi. Kedepannya, diharapkan bahwa lembaga yang dibantu ini bisa lebih aktif dalam mengelola usaha mandiri yang telah dibuat,” ujar Salman.
Pimpinan Ponpes Al Wahid, KH. Ali Rahim, menjelaskan, sejak dimulainya usaha di pesantrennya, dalam beberapa bulan terakhir usaha mandiri yang dirintis telah mendapat keuntungan hingga Rp10 juta setiap bulannya.
Pendapatan ini pun diprediksi akan terus meningkat dalam waktu beberapa tahun mendatang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
