Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Denny, pelantikan ini adalah akhir dari berbagai polemik yang melingkupi KPK belakangan ini.
“Semua disumpah atas kesetiaan mereka pada Pancasila dan UUD ’45. Selesai sudah segala polemik itu,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter-nya pada Selasa, 1 Juni 2021.
Tak luput, Denny juga melontarkan sindiran bagi para pegawai KPK yang tak dapat dilantik karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
“Novel Baswedan dkk kalau mau ngelamar jadi pegawai lagi, silahkan. Lowongan OB masih terbuka lebar,” kata Denny.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Sebelumnya, Ketua KPK, Firli Bahuri resmi melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Juni 2021.
Acara ini akhirnya digelar setelah sempat diwarnai solidaritas dari 600 lebih pegawai yang meminta pelantikan ditunda.
Permintaan itu adalah bentuk dukungan dari pegawai KPK yang lulus kepada pegawai yang tak lulus.
Seperti diketahui, para pegawai yang dilantik ini merupakan para pegawai yang dinyatakan lulus tes alih status menjadi ASN, yakni TWK.
Pegawai KPK yang mengikuti TWK awalnya berjumlah 1.349 orang, namun 75 di antaranya dinyatakan tidak lulus.
Belakangan, rapat pimpinan KPK dengan sejumlah petinggi kementerian dan lembaga memutuskan bahwa 51 dari 75 pegawai itu tak lagi bisa bergabung dengan KPK atau dipecat.
Sedangkan, 24 di antaranya masih dapat bergabung setelah dilakukan pembinaan.
Dilansir dari CNN Indonesia, beberapa pegawai yang tak lulus, di antaranya adalah pegawai senior yang berjasa menangani kasus-kasus korupsi besar, seperti Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Harun Al Rasyid.
Ada pula pegawai yang menempati posisi direktur seperti Sujanarko dan Giri Suprapdiono.
Sejumlah pihak, termasuk akademisi, aktivis antikorupsi, hingga eks pimpinan KPK menganggap tes tersebut problematis.
TWK yang tak dilulusi sejumlah orang itu dianggap sebagai upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
