4 Alasan Mahasiswa Makassar Harus Bakar Ban Saat Demonstrasi

unjuk rasa mahasiswa
Mahasiswa berunjuk rasa kasus ijazah palsu calon bupati / Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Tangan Kanit Sabhara Polsek Panakkukang Iptu Abdul Muis yang terbakar saat mengawal unjuk rasa mahasiswa menuai keprihatinan.

Sejumlah masyarakat menilai aksi mahasiswa menyampaikan pendapat sudah masuk kategori berbahaya. Bisa membuat korban luka bahkan jiwa.

Tangan Iptu Muis dilalap api ketika seorang pengunjuk rasa menyiram bensin ke arah ban bekas yang terbakar. Beruntung api tidak menjalar ke seluruh tubuh Iptu Muis.

Apa alasan mahasiswa selalu melakukan aksi bakar ban setiap kali berunjuk rasa ?

Makassar Terkini mewawancarai sejumlah mahasiswa dan mantan mahasiswa yang sering melakukan aksi bakar ban. Berikut alasan mereka :

1. Bakar ban bagian dari strategi dan perangkat aksi

Isak Pasabuan Mahasiswa Universitas Sawerigading mengatakan aksi bakar ban dilakukan karena bakar ban adalah bagian dari perangkat aksi.

Dengan membakar ban mahasiswa menunjukkan bentuk perlawanan kepada penguasa. Nyala api dan asap tebal yang mengepul disebut akan berdampak kepada psikologis pendemo.

“Memberi semangat kepada teman-teman yang melakukan aksi,” kata Isak kepada Makassar Terkini, Jumat 15 Maret 2019.

2. Ban terbakar menarik perhatian masyarakat

Ide bakar ban diperoleh mahasiswa diperoleh dari pendahulu mereka. Tujuannya untuk menarik perhatian. “Menggunakan ban bekas, karena mudah didapat dan cepat terbakar,” kata Isak.

Untuk mendapatkan ban bekas, mahasiswa dengan mudah bisa peroleh dari bengkel-bengkel. “Banyak sekali di bengkel-bengkel, kami meminta dan dikasih,” ungkap Isak.

3. Bakar ban akan menutup jalan

Mantan aktivis Rizal A Rahman mengaku, bakar ban adalah bagian dari strategi. Untuk menjadikan jalanan sebagai panggung menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Bakar ban sekaligus memacetkan jalanan,” ungkap Rizal.

Rizal mengaku, bakar ban akan menarik perhatian masyarakat dan penguasa. Murni bagian dari strategi pendemo.

”Idenya (bakar ban) saya dapat dari senior yang juga aktivis sebelum saya,” katanya.

Ban bekas yang terbakar akan mengeluarkan asap hitam, panas, dan bau menyengat. Sehingga masyarakat akan takut mendekat.

4. Ban bekas mudah diperoleh

Ban bekas di Kota Makassar sangat mudah diperoleh. Banyak berserakan di pinggir-pinggir jalan.

“Kita minta di tambal ban pinggir jalan,” ujar Rizal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini