Terkini.id, Makassar – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam gabungan aliansi mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Makassar berkumpul di depan kampus UMI untuk melakukan demonstrasi terkait Omnibus Law.
Aksi ini sebagai reaksi dari disahkannya Undang-undang (UU) omnibus law oleh DPR.
Dalam aksinya, mahasiswa menolak omnibus law. Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi menolak omnibus law lantaran dinilai sebagai upaya penindasan terhadap rakyat.
“Kemarin DPR sudah mati, setelah sahnya omnibus law ini. Ini adalah bentuk penjajahan dan penindasan terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya.
Indra, salah satu Mahasiswa UMI yang tergabung dalam Gerakan Aliansi ini, menyatakan bahwa Indonesia darurat keadilan.
- Goes To Campus, BPJS Cabang Bulukumba Gandeng HPMT Komisariat INTI Gelar Sosialisasi JKN
- PT Vale Bekali Tenaga Kerja Lokal dengan Keterampilan Alat Berat
- Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar Sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Jadi Rumah Nyaman Bagi Seluruh Kader
- Fashion Show Tenun Nusantara Jadi Daya Tarik Delegasi Internasional di IGS 2026 Makassar
- IGS 2026: Delegasi 28 Negara Nikmati Sunset Losari dan Kuliner Khas Makassar di Kapal Pinisi
Dia mengatakan bahwa Undang-undang yang tidak melibatkan rakyat dan buruh patut dicurigai menyimpan kepentingan segilintir orang.
Aksi ini berlangsung sejak pukul 16.00 Wita dan belum ada tanda-tanda pembubaran massa hingga pukul 19.00 Wita. Massa masih memenuhi ruas Jalan Urip Sumoharjo.
Demonstrasi tersebut berlangsung di depan gedung Rektorat UMI. Namun setelah pukul 18.00 Wita, massa mahasiswa berpindah ke depan kampus UMI untuk melanjutkan aksi demonstrasinya.
Citizen Reporter : Amirullah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
